Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Luncurkan Gelombang ke-28 Operasi “Janji Sejati 4”, Gunakan Rudal Generasi Baru

Published

on

IRGC Luncurkan Gelombang ke-28 Operasi “Janji Sejati 4”, Gunakan Rudal Generasi Baru
Tel Aviv membara akibat rudal Iran (Foto: Al Mayadeen)

Ahlulbait Indonesia | 8 Maret 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (8/3) mengumumkan peluncuran gelombang ke-28 Operasi “Janji Sejati 4”, dengan menggunakan rudal generasi baru dalam rangkaian serangan berkelanjutan terhadap target Israel serta sasaran yang berkaitan dengan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan.

Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan Al Mayadeen, IRGC menyebut bahwa dalam gelombang serangan terbaru tersebut pihaknya menembakkan empat rudal jenis “Khaibar” yang dilengkapi hulu ledak sangat berat. Serangan itu menargetkan sejumlah wilayah di Be’er Sheva dan Tel Aviv, dua kota strategis yang menjadi bagian penting dari infrastruktur militer dan ekonomi Israel.

IRGC juga menyatakan, serangan turut diarahkan pada infrastruktur Pangkalan Udara Al-Azraq, yang mereka gambarkan sebagai salah satu pangkalan utama yang digunakan untuk mendukung operasi udara dalam apa yang disebut Iran sebagai “agresi Amerika” di kawasan.

Secara strategis, penggunaan rudal Khaibar menandai peningkatan level operasi militer Iran. Rudal ini dikenal memiliki daya hancur besar dengan hulu ledak berat, yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara serta menimbulkan dampak kerusakan signifikan pada target bernilai tinggi. Penggunaan jenis rudal ini menunjukkan upaya Iran untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Israel di tengah eskalasi konflik regional yang terus berkembang.

Baca juga : Iran: Serangan AS–Israel ke Fasilitas Energi Sama dengan “Perang Kimia” terhadap Warga Sipil

IRGC juga menegaskan bahwa skala dan kedalaman serangan yang dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata Iran terhadap Israel akan terus diperluas dalam beberapa jam dan hari mendatang, sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu (7/3), IRGC juga melaporkan pelaksanaan gelombang ke-27 Operasi “Janji Sejati 4”. Dalam operasi tersebut, mereka menargetkan kilang minyak Haifa menggunakan rudal “Khaibar Shekan”, selain sejumlah lokasi yang disebut berkaitan dengan kepentingan militer Amerika dan Israel.

Dalam perkembangan lain, Angkatan Laut IRGC dilaporkan menargetkan unit komando kapal nirawak (Shahbad) yang berafiliasi dengan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain. Selain itu, serangan juga disebut menyasar gudang dukungan logistik militer Amerika di Bandar Salman, yang terletak di pantai timur Arab Saudi.

Rangkaian operasi ini mencerminkan perluasan medan konfrontasi yang tidak lagi terbatas pada wilayah Israel, tetapi juga mencakup jaringan pangkalan militer serta infrastruktur logistik Amerika di kawasan Teluk. Sejumlah pengamat menilai bahwa pola serangan tersebut menunjukkan upaya Iran untuk membangun tekanan multi-front, sekaligus menguji ketahanan sistem pertahanan udara Israel serta jaringan militer Amerika di Timur Tengah.

Pernyataan IRGC tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan, dengan Iran menegaskan bahwa operasi militernya akan terus berlanjut sebagai respons terhadap tindakan yang mereka nilai sebagai agresi terhadap kepentingan nasional dan sekutu-sekutunya. []

Baca juga : “No War with Iran”: Gelombang Demonstrasi Anti-Perang Meluas di Seluruh Amerika Serikat