Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Bantah Terlibat Serangan Drone di Riyadh dan Provinsi Timur Saudi

Published

on

Citra satelit yang disediakan oleh Vantor ini menunjukkan tim pemadam kebakaran yang berupaya memadamkan api dan mengatasi kerusakan setelah serangan drone di kilang minyak Ras Tanura, Arab Saudi, Senin, 2 Maret 2026. (Foto: AP)

Ahlulbait Indonesia | 15 Maret 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah keterlibatan dalam serangkaian serangan pesawat nirawak yang menargetkan wilayah Riyadh dan Provinsi Timur Arab Saudi, serta meminta otoritas Saudi melakukan penyelidikan menyeluruh terkait asal-usul serangan tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (15/3/2026), IRGC menanggapi laporan pemerintah Saudi mengenai serangan drone di wilayah strategis negara tersebut.

“Arab Saudi telah mengumumkan Riyadh dan Provinsi Timur diserang oleh sepuluh pesawat tak berawak, dan seluruh drone tersebut berhasil ditembak jatuh,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC menegaskan Republik Islam Iran tidak memiliki keterkaitan dengan serangan tersebut dan mendorong penyelidikan independen untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Kantor Berita Fars mengutip sumber anonim yang menyebut serangan pesawat nirawak tersebut kemungkinan berasal dari wilayah Uni Emirat Arab. Pernyataan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Asia Barat sejak pecahnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Situasi regional juga menempatkan Selat Hormuz sebagai titik strategis yang semakin sensitif. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu koridor energi paling vital di dunia dan dilalui sebagian besar ekspor minyak global.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat militer senior Iran dan memicu respons militer dari Teheran.

Sebagai bagian dari respons tersebut, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan serta posisi Israel di wilayah yang diduduki. []