Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran: Serangan AS–Israel ke Fasilitas Energi Sama dengan “Perang Kimia” terhadap Warga Sipil

Published

on

Iran: Serangan AS–Israel ke Fasilitas Energi Sama dengan “Perang Kimia” terhadap Warga Sipil
Asap mengepul setelah serangan Israel terhadap depot minyak Sharan di Teheran, Iran, pada 8 Maret 2026. (Foto via media sosial)

Ahlulbait Indonesia | 8 Maret 2026 — Serangan rudal terhadap depot minyak di Teheran dan Alborz memicu kebakaran besar serta kepulan asap beracun, sementara Iran menyebut Amerika Serikat dan Israel melakukan “perang kimia yang disengaja” terhadap warga sipil.

Menurut laporan Press TV, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Minggu (8/3) mengatakan bahwa serangan terhadap depot bahan bakar tersebut bukan semata-mata operasi militer terhadap infrastruktur energi, melainkan tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius serta ancaman kesehatan bagi masyarakat sipil.

Pernyataan tersebut muncul setelah Perusahaan Nasional Penyulingan dan Distribusi Minyak Iran (NIORDC – National Iranian Oil Refining and Distribution Company) mengonfirmasi, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan rudal terhadap depot minyak di Provinsi Teheran dan Alborz pada Sabtu malam sebagai bagian dari rangkaian serangan terhadap infrastruktur strategis Iran.

Dalam unggahan di platform X, Baghaei menyatakan, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki fase baru yang lebih berbahaya, setelah fasilitas energi sipil menjadi sasaran langsung serangan.

“Dengan menargetkan depot bahan bakar, para agresor melepaskan material berbahaya dan zat beracun ke udara, meracuni warga sipil, merusak lingkungan, dan membahayakan kehidupan dalam skala besar,” kata Baghaei.

Baca juga : “No War with Iran”: Gelombang Demonstrasi Anti-Perang Meluas di Seluruh Amerika Serikat

Ia juga memperingatkan bahwa dampak dari apa yang disebutnya sebagai “bencana lingkungan dan kemanusiaan” tersebut berpotensi melampaui batas wilayah Iran, terutama jika polusi udara dan zat berbahaya menyebar ke kawasan sekitar.

Baghaei menegaskan, serangan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, serta melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional yang melarang penargetan infrastruktur sipil yang berpotensi menimbulkan kerusakan luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurut pejabat Iran, serangan terhadap depot minyak tersebut diduga bertujuan melemahkan kemampuan ekonomi dan logistik energi Iran, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara.

Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran besar di sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar, dengan asap hitam pekat terlihat membubung di langit Teheran. Otoritas setempat juga melaporkan adanya korban jiwa serta kekhawatiran serius terkait dampak pencemaran lingkungan.

Insiden ini menambah panjang daftar eskalasi dalam konflik yang semakin meluas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Sejumlah analis menilai bahwa penargetan infrastruktur energi berpotensi meningkatkan ketidakstabilan regional serta gangguan pada pasar energi global, terutama jika konflik terus berkembang dan melibatkan fasilitas minyak atau jalur distribusi energi strategis di kawasan Timur Tengah. []

Baca juga : Ayatullah Arafi: Negara Kawasan Harus Blokir Wilayahnya dari AS–Israel Jika Ingin Aman dari Serangan Iran