Internasional
Iran Hantam Pangkalan AS di Teluk, Garda Revolusi Luncurkan Gelombang ke-22 Operasi ‘Janji Sejati 4’
Ahlulbait Indonesia | 10 Maret 2026 — Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-22 Operasi “Janji Sejati 4”, yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk menggunakan rudal generasi baru, drone tempur, serta serangan presisi.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis humas IRGC pada Senin malam (9/3/2026), operasi tersebut berlangsung pada hari ketujuh perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, sebagai respons atas serangan yang disebut Teheran sebagai agresi terhadap wilayah Iran.
IRGC menyatakan operasi itu memberikan “pukulan mematikan dan kuat terhadap tubuh musuh agresor”, dan dilaksanakan atas nama para mahasiswa syahid dari kota Minab dengan slogan “Ya Husain bin Ali.”
Pangkalan Al Dhafra di UEA Jadi Target
Menurut pernyataan yang dilaporkan Al Mayadeen, salah satu target utama adalah Pangkalan Udara Al Dhafra di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang digunakan oleh militer Amerika Serikat.
IRGC menyebut serangan menggunakan drone dan rudal presisi berhasil menghancurkan sistem radar peringatan dini canggih di pangkalan tersebut.
Serangan itu juga dilaporkan merusak hanggar pemeliharaan dan penyimpanan drone MQ-9, serta fasilitas yang berkaitan dengan pesawat pengintai Amerika U-2.
Garda Revolusi menambahkan bahwa kebakaran masih terjadi di beberapa fasilitas yang menjadi sasaran serangan.
Pangkalan Ali Al-Salem di Kuwait Diserang
IRGC juga melaporkan serangan terhadap Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait menggunakan rudal jelajah dan rudal balistik. Menurut IRGC, serangan tersebut menghancurkan radar peringatan dini serta sejumlah fasilitas vital di pangkalan tersebut.
Fasilitas yang disebut terdampak termasuk tangki bahan bakar pesawat dan dua landasan militer yang digunakan pesawat Amerika untuk melancarkan serangan ke wilayah Iran sejak awal konflik.
Serangan Gabungan ke Pangkalan Al Udeid
Selain itu, Garda Revolusi menyatakan telah melancarkan serangan gabungan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, salah satu pangkalan militer terbesar Amerika di kawasan.
Serangan dilakukan menggunakan drone bunuh diri serta rudal jelajah dan balistik yang menargetkan sejumlah fasilitas penting di pangkalan tersebut.
Target yang disebut meliputi sistem radar, pusat pengendalian lalu lintas udara, stasiun komunikasi satelit, serta fasilitas pengisian bahan bakar.
Iran Peringatkan “Kejutan Menentukan”
IRGC menegaskan, operasi tersebut merupakan bagian dari respons berkelanjutan Iran terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa pembalasan atas darah para syuhada akan terus berlanjut.
Dalam peringatan keras kepada Washington dan Tel Aviv, Garda Revolusi menyatakan bahwa para lawan Iran harus “menunggu kejutan-kejutan menentukan dari para pejuang Islam di medan pertempuran.”[]
