Internasional
Hizbullah Hantam “Jantung Sistem Informasi” Militer Israel
Ahlulbait Indonesia | 10 Maret 2026 — Perlawanan Islam Lebanon, Hizbullah, mengumumkan pada Senin malam (9/3/2026) bahwa mereka menargetkan stasiun komunikasi satelit milik divisi komunikasi dan pertahanan siber tentara Israel di wilayah Wadi Ela, di tengah Palestina yang diduduki.
Dalam pernyataannya, Hizbullah menyebut fasilitas strategis tersebut berjarak sekitar 160 kilometer dari perbatasan Lebanon dan menjadi sasaran salvo rudal presisi.
Serangan ini, menurut pernyataan tersebut, merupakan respons atas agresi Israel yang menargetkan puluhan kota dan desa di Lebanon serta wilayah Dahiyeh di selatan Beirut.
Pusat Vital Komunikasi Satelit Israel
Kantor Berita Iran Tasnim menilai serangan tersebut menghantam “jantung sistem komunikasi satelit Israel.”
Menurut laporan Tasnim, meskipun para pejabat Israel berupaya menutup rapat informasi mengenai serangan itu, analisis citra menunjukkan keberadaan sejumlah besar penerima gelombang satelit di lokasi yang diserang.
Gambar-gambar yang dianalisis menunjukkan bahwa fasilitas tersebut merupakan stasiun satelit “SES Satellite Station”, yang juga dikenal sebagai “Emek HaEla Teleport” atau Stasiun Satelit Lembah Ela.
Stasiun ini merupakan fasilitas satelit vital milik perusahaan Luksemburg SES S.A., sekaligus salah satu stasiun komunikasi satelit darat terbesar dan tertua yang dioperasikan oleh perusahaan teknologi satelit Gilat.
Fasilitas tersebut berfungsi menerima data dari satelit militer dan satelit pengintai Israel, seperti Amos dan Dror, kemudian menyalurkannya melalui jaringan serat optik milik perusahaan telekomunikasi Bezeq menuju pusat komando dan kendali militer Israel untuk operasi ofensif maupun defensif.
Tasnim melaporkan, pusat “Emek” dianggap sebagai “jantung sistem komunikasi satelit Israel di darat”, karena berperan menyalurkan informasi penting ke pusat pengambilan keputusan militer.
Pusat ini juga disebut memiliki jaringan cabang yang terhubung di sejumlah negara, termasuk Azerbaijan, Hungaria, dan beberapa negara Eropa lainnya.
Pukulan terhadap Infrastruktur Komunikasi Israel
Menurut Tasnim, operasi tersebut memberikan pukulan serius terhadap sistem komunikasi Israel, dan berpotensi memicu gelombang gangguan luas dalam jaringan komunikasi militer. Laporan itu menyebut gangguan tersebut dapat membuka jalan bagi langkah-langkah lanjutan terhadap jaringan komunikasi Israel.
Serangan Berdasarkan Informasi Intelijen
Sejumlah sumber intelijen juga mengungkap bahwa fasilitas tersebut telah lama berada dalam pengawasan. Menurut dokumen yang dipublikasikan, data, citra, dan rekaman video mengenai pusat tersebut telah dikumpulkan dalam waktu lama, sebelum akhirnya dijadikan sasaran berdasarkan informasi intelijen yang sangat akurat.
Media Israel: Dua Lokasi Sensitif Terdampak
Media Israel pada Senin melaporkan bahwa Hizbullah menghancurkan sebuah fasilitas strategis di Beit Shemesh, dekat Yerusalem yang diduduki.
Media tersebut menyebut dua lokasi sensitif di wilayah tengah Israel terkena serangan akibat tembakan rudal Hizbullah.
Laporan itu juga menyebut, untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, Hizbullah meluncurkan rudal presisi ke wilayah Palestina yang diduduki dalam salvo terakhir yang ditembakkan.
Selain serangan di Wadi Ela, pejuang Perlawanan Islam di Lebanon pada hari yang sama juga menargetkan Pangkalan Ramla, markas Komando Front Dalam Negeri Israel, di tenggara Tel Aviv.
Pangkalan tersebut berjarak sekitar 135 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina, dan diserang menggunakan salvo rudal presisi. []
