Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Hizbullah dan Ansarullah Peringatkan Dampak Regional Agresi AS–Israel terhadap Iran

Published

on

Kelompok perlawanan Hizbullah dan Ansarullah telah menyatakan solidaritas mereka dengan Iran menyusul agresi baru AS-Israel. (Foto PRESS TV)

Ahlulbait Indonesia | 1 Maret 2026 — Hizbullah Lebanon dan Ansarullah Yaman menyatakan solidaritas terbuka kepada Iran menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel. Kedua kelompok memperingatkan konflik tidak akan terbatas di dalam wilayah Iran dan berpotensi meluas ke kawasan Asia Barat.

Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu malam (28/2/2026) dan dikutip Press TV, Hizbullah menilai agresi tersebut membawa konsekuensi serius bagi stabilitas regional. Kelompok itu menyebut Washington dan Tel Aviv akan menerima balasan setimpal dari Angkatan Bersenjata Iran.

“Agresi ini terjadi setelah berbulan-bulan ancaman dari AS dan rezim Zionis. Agresi ini dimaksudkan untuk memaksa Republik Islam melepaskan hak alaminya atas energi nuklir untuk tujuan damai dan mengembangkan kemampuan misilnya,” demikian pernyataan Hizbullah.

Hizbullah juga menyebut serangan terhadap Iran akan dibalas dengan “tamparan keras di wajah”, frasa yang digunakan untuk menggambarkan respons tegas terhadap aksi militer tersebut.

Sementara itu, Ansarullah Yaman menyampaikan sikap serupa. Dalam pernyataan terpisah, kelompok Perlawanan itu mengecam keras serangan AS–Israel dan menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Iran.

“Kami mengutuk sekeras-kerasnya agresi keji dan pengecut AS–Israel terhadap Republik Islam Iran. Agresi ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Iran dan campur tangan mencolok dalam urusan dalam negerinya,” bunyi pernyataan Ansarullah.

Kelompok tersebut memperingatkan pihak yang menganggap konflik hanya menyasar Iran telah keliru. Menurut mereka, perang tidak akan berhenti di dalam perbatasan Iran jika eskalasi berlanjut.

Ansarullah juga menilai operasi militer itu sebagai bagian dari agenda geopolitik lebih luas yang mereka sebut sebagai proyek “Timur Tengah Baru” dan upaya memperluas dominasi Israel di kawasan.

Di akhir pernyataan, Ansarullah menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk berdiri bersama Iran serta mengambil langkah politik guna menghentikan eskalasi.

Hingga laporan ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait pernyataan kedua kelompok tersebut. [HMP/ABI]