Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Gelombang Kesembilan “True Promise 4” Dimulai, Roket Sasar Sejumlah Area di Wilayah Pendudukan

Published

on

Gelombang baru rudal Iran menargetkan sejumlah wilayah di Palestina yang diduduki (Foto: Al Mayadeen)

Ahlulbait Indonesia | 2 Maret 2026 – Media Israel melaporkan gelombang baru rudal Iran yang menargetkan sejumlah wilayah di Palestina yang diduduki, termasuk Haifa, Tel Aviv (Jaffa), dan Yerusalem, Senin (2/3/2026). Sirene peringatan udara terdengar di berbagai kawasan utara, menandai eskalasi terbaru konflik yang kian meluas secara geografis.

Mengutip laporan Al Mayadeen, Kantor Humas Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Minggu mengumumkan dimulainya gelombang kesembilan Operasi True Promise 4. Operasi tersebut diklaim menyasar target di seluruh wilayah pendudukan serta kepentingan Amerika di kawasan.

IRGC menyatakan 40 warga Israel tewas dan 60 lainnya luka-luka di Haifa akibat serangan terbaru. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen dari otoritas Israel terkait angka korban tersebut.

Media Israel juga melaporkan rudal menghantam sejumlah titik di Haifa, Jaffa atau Tel Aviv, dan Yerusalem. Sirene terdengar di Galilea, Dataran Tinggi Golan, serta wilayah utara lainnya. Laporan setempat menyebutkan roket jatuh di kawasan Kiryat Ono dan satu roket lainnya menargetkan pangkalan udara Hatzerim. Di Tel Aviv, sebagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Sebelumnya, gelombang ketujuh dan kedelapan operasi tersebut disebut menyasar target Amerika dan Israel sebagai respons atas serangan militer terhadap Iran.

Kementerian Kesehatan Israel menyatakan total korban luka yang dirawat di rumah sakit sejak awal konflik dengan Iran mencapai 706 orang.

Insiden di Selat Hormuz

Di tengah eskalasi militer, televisi Iran menayangkan rekaman kapal tanker minyak yang terbakar. Disebutkan kapal tersebut diserang saat mencoba melintas secara ilegal di Selat Hormuz sebelum akhirnya tenggelam.

Kantor berita Reuters, mengutip Otoritas Maritim Inggris, melaporkan insiden terjadi sekitar dua mil laut di utara Kumzar, Oman. Otoritas tersebut memastikan seluruh awak kapal selamat dan telah dievakuasi.

Laporan maritim menyebut puluhan kapal kargo memilih berlabuh di perairan lepas pantai Iran, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab guna menghindari jalur Selat Hormuz. Sedikitnya 100 kapal tanker minyak lainnya juga dilaporkan menunggu di dekat pantai UEA dan Oman, di luar selat tersebut. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Ledakan di Negara-Negara Teluk

Sementara itu, Agence France-Presse melaporkan terdengar ledakan di sebelah timur Riyadh serta di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha.

Lokasi militer Amerika di Bahrain dilaporkan menjadi sasaran gelombang baru rudal balistik dan drone Iran. Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan Hotel Crown Plaza di Manama turut terdampak.

Koresponden Al Mayadeen Plus di Erbil melaporkan empat ledakan terdengar di dekat pangkalan Harir di wilayah Kurdistan Irak.

Menteri Pertahanan Inggris juga menyatakan dua rudal terdeteksi diluncurkan ke arah Siprus, tempat ribuan personel militer Inggris ditempatkan.

Perkembangan ini menunjukkan konflik yang semula terfokus pada Iran dan Israel kini meluas ke jalur maritim strategis dan sejumlah negara Teluk. Dampaknya bukan hanya militer, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas energi dan keamanan regional dalam skala lebih luas. Situasi masih berkembang. [HMP/ABI]