Internasional
Forum Internasional Kebangkitan Islam Kecam Uni Eropa yang Tetapkan IRGC sebagai Organisasi Teroris
Jakarta, 30 Januari 2026 — Forum Internasional Kebangkitan Islam mengutuk langkah Uni Eropa (UE) yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris. Forum menilai keputusan tersebut sarat kepentingan politik dan mencerminkan standar ganda Eropa dalam isu-isu Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Forum sebagai respons atas kebijakan Uni Eropa yang memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris. Kantor Berita Mehr, Jumat (30/1/2026), melaporkan pernyataan tersebut dirilis secara resmi dengan pembukaan “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang”.
Forum menyebut Uni Eropa bersikap munafik karena, menurut mereka, Eropa selama ini justru memberikan dukungan politik dan militer terhadap Israel di tengah krisis Gaza. Forum menyebut dukungan tersebut telah memperburuk kondisi perempuan, anak-anak, dan warga sipil, disertai pembunuhan, kecacatan, pengungsian, serta penghancuran wilayah permukiman.
Selain Gaza, Forum juga menyoroti sikap Uni Eropa dalam ketegangan Iran–Israel. Menurut pernyataan itu, Uni Eropa dinilai tidak mengutuk pihak agresor dan malah mengambil posisi yang dinilai bertentangan dengan prinsip hukum internasional.
Dalam isu perjanjian nuklir Iran atau JCPOA, Forum menilai Uni Eropa gagal menjalankan komitmen, bahkan memperluas konfrontasi politik melalui aktivasi mekanisme snapback serta penerbitan resolusi yang disebut anti-hak asasi manusia terhadap Iran di Jenewa. Forum menilai pelabelan IRGC sebagai organisasi teroris merupakan puncak dari pendekatan standar ganda tersebut.
Forum kemudian membela IRGC sebagai lembaga militer yang berperan dalam memerangi terorisme internasional. Mereka mengklaim IRGC berperan melawan kelompok-kelompok yang disebut sebagai proksi kekuatan Barat, termasuk ISIS, Jabhat al-Nusra, Tahrir al-Sham, dan kelompok bersenjata lain. Forum juga menyebut upaya itu ikut menjaga keamanan kawasan serta mencegah ancaman teror di kota-kota Eropa seperti Paris dan London.
Forum menilai keputusan Uni Eropa mencerminkan lemahnya kebijakan luar negeri blok tersebut. Dalam pernyataannya, Forum mengaitkan kebijakan ini dengan upaya melayani kepentingan Presiden Amerika Serikat serta mengalihkan perhatian publik Eropa dari isu internal seperti krisis Greenland dan tantangan domestik lainnya.
Forum juga mengingatkan keputusan tersebut berpotensi memicu konsekuensi politik dan diplomatik yang serius serta dapat menurunkan posisi dan prestise internasional Uni Eropa. Menurut Forum, opini publik global saat ini dinilai makin kritis dan mampu membedakan antara fakta serta propaganda politik.
Di akhir pernyataan, Forum menyerukan tokoh-tokoh masyarakat, kelompok sipil, LSM, partai, gerakan, pemerintah, jejaring sosial, serta negara-negara Muslim untuk menolak kebijakan Uni Eropa itu dan melanjutkan dukungan terhadap gerakan perlawanan di kawasan. [HMP/Mehr]
