Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Eskalasi Lebanon–Israel: Hizbullah Serukan Evakuasi Pemukim Israel di Wilayah Perbatasan

Published

on

Eskalasi Lebanon–Israel: Hizbullah Serukan Evakuasi Pemukim Israel di Wilayah Perbatasan

Ahlulbait Indonesia | 6 Maret 2026 — Ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel meningkat tajam setelah Hizbullah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi pemukim Israel dalam radius lima kilometer dari garis perbatasan. Kelompok Perlawanan Islam Lebanon Hizbullah itu mengeluarkan peringatan langsung kepada para pemukim Israel di wilayah utara Palestina yang diduduki agar segera meninggalkan permukiman yang berada di dekat perbatasan Lebanon.

Peringatan tersebut disampaikan pada Jumat pagi (6/3/2026) melalui pernyataan resmi yang disiarkan oleh jaringan media Al-Manar dan juga dipublikasikan dalam bahasa Ibrani, sebagaimana dilaporkan Press TV.

Dalam pesan tersebut, Hizbullah menyerukan agar seluruh pemukim Israel yang tinggal dalam radius lima kilometer dari garis perbatasan Lebanon segera melakukan evakuasi.

“Peringatan kepada penduduk permukiman di wilayah utara: Anda diwajibkan mengevakuasi semua permukiman yang berada dalam jarak lima kilometer dari garis perbatasan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Peringatan di Tengah Eskalasi Militer

Peringatan Hizbullah muncul di tengah meningkatnya serangan militer Israel terhadap wilayah Lebanon, terutama di bagian selatan negara itu.

Baca juga : Voting 219–212: Kongres AS Gagal Kendalikan Langkah Trump

Kelompok tersebut menegaskan bahwa tindakan Israel terhadap wilayah Lebanon tidak akan dibiarkan tanpa respons.

“Agresi tentara Anda terhadap kedaulatan Lebanon dan warga sipil, penghancuran infrastruktur sipil, serta kampanye pengusiran yang sedang dilakukan tidak akan dibiarkan tanpa jawaban. Bergeraklah ke arah selatan,” lanjut pernyataan Hizbullah.

Pernyataan ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di perbatasan yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik antara Israel dan kelompok perlawanan Lebanon.

Korban Serangan Israel Terus Bertambah

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa jumlah korban akibat serangan Israel terbaru terus meningkat.

Menurut data terbaru, sedikitnya 123 orang dilaporkan tewas, sementara 683 orang lainnya mengalami luka-luka setelah gelombang serangan Israel yang menargetkan pinggiran selatan Beirut.

Otoritas kesehatan Lebanon menyatakan bahwa angka korban tersebut berasal dari serangan yang dilancarkan sejak awal pekan ini dan masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya operasi militer di kawasan tersebut.

Risiko Konflik Regional yang Lebih Luas

Meningkatnya serangan di wilayah Lebanon selatan dan peringatan evakuasi yang dikeluarkan Hizbullah menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Perbatasan Lebanon–Israel selama bertahun-tahun menjadi garis depan ketegangan regional. Setiap eskalasi di wilayah ini kerap memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas yang melibatkan berbagai aktor regional. [HMP]

Baca juga : Dewan Kepemimpinan Iran Bersidang, Majelis Ahli Segera Pilih Pemimpin Baru