Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Dengan Satu Rudal Iran, 40 Bangunan di Tel Aviv Hancur

Published

on

Bangunan di Tel Aviv rusak oleh rudal Iran pada Sabtu (1/2/26) (Foto: AFP)

Ahlulbait Indonesia | 1 Maret 2026 — Pemerintah Kota Tel Aviv melaporkan satu rudal Iran menghantam wilayah kota pada Sabtu malam, merusak sedikitnya 40 bangunan dan memaksa 200 warga mengungsi. Otoritas setempat menempatkan para pengungsi di tiga hotel di dalam kota.

Menurut Televisi Al Mayadeen, laporan ini disampaikan pemerintah kota dan dikutip media regional pada Minggu (1/3/26). Kerusakan meliputi bangunan hunian dan fasilitas sipil di sekitar titik jatuhnya rudal.

Saluran televisi Israel Channel 12 melaporkan adanya korban jiwa dan luka-luka akibat insiden tersebut. Hingga kini, otoritas Israel belum merilis angka resmi korban.

Militer Israel menyatakan rudal yang menghantam Tel Aviv membawa “ratusan kilogram bahan peledak.” Pernyataan itu disampaikan sebagai penjelasan atas tingkat kerusakan di lokasi.

Dampak serangan juga dilaporkan terjadi di Beit Shemesh, dekat Yerusalem. Sejumlah bangunan di kota tersebut mengalami kerusakan berat pada Minggu pagi. Serangan ini disebut sebagai bagian dari respons Iran atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel sehari sebelumnya.

Situs Israel Walla mengutip pejabat Komando Front Dalam Negeri yang mengatakan, “Kita akan menghadapi hari-hari yang sulit dan penuh tantangan.” Otoritas pertahanan sipil meningkatkan status siaga dan memperbarui panduan keselamatan bagi warga.

Di sisi lain, pemerintah Israel menerapkan pembatasan ketat atas publikasi dampak serangan. Media berada di bawah sensor militer, dan warga diperingatkan agar tidak menyebarkan rekaman video kerusakan maupun lokasi yang menjadi sasaran.

Sehari sebelumnya, Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah provinsi di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk.

Perkembangan situasi masih berlangsung. Otoritas terkait di kedua pihak belum menyampaikan laporan final mengenai dampak keseluruhan serangan balasan ini. [HMP/ABI]