Internasional
CBS News: Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Kuwait Lebih Parah dari yang Dilaporkan
Ahlulbait Indonesia | 12 Maret 2026 — Serangan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di Kuwait pada fase awal konflik dilaporkan menimbulkan dampak lebih besar dibanding laporan resmi sebelumnya. Informasi tersebut diungkap sejumlah sumber kepada CBS News.
Menurut laporan Al Mayadeen, Kamis (12/3/2026), yang mengutip CBS News, serangan pada dini hari di awal perang menimbulkan korban jiwa di kalangan tentara Amerika. Puluhan personel lain mengalami luka berat, termasuk luka bakar serius yang menyebabkan amputasi anggota tubuh.
Lebih dari 30 tentara Amerika dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat serangan tersebut.
Target Fasilitas Militer di Kuwait
Laporan The New York Times sebelumnya menyebut Iran menargetkan tiga kubah radar di Camp Arifjan, salah satu pangkalan militer utama Amerika Serikat di Kuwait.
Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi yang lebih luas terhadap fasilitas militer Amerika di kawasan.
Dalam laporan terpisah pada Rabu, surat kabar tersebut menyebut Iran melancarkan serangan terhadap sedikitnya 17 lokasi militer Amerika di wilayah Timur Tengah.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan pada sejumlah instalasi militer.
Baca juga : IRGC dan Hizbullah Serang 50 Target di Israel dalam Gelombang ke-40 Operasi “Janji Sejati 4”
Ganggu Komunikasi dan Pertahanan Udara
Menurut laporan The New York Times, operasi tersebut bertujuan mengganggu kemampuan komunikasi serta koordinasi militer Amerika Serikat di kawasan.
Serangan juga diarahkan untuk melemahkan sistem pertahanan udara yang digunakan Washington dalam melindungi pasukan dan fasilitas militernya.
Seorang sumber keamanan Amerika Serikat mengatakan kepada surat kabar tersebut Iran menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi di medan perang.
“Iran menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dengan realitas baru di medan perang dan tampaknya mengarahkan serangan pada titik yang dianggap sebagai kelemahan Amerika, termasuk sistem pertahanan udara,” kata sumber tersebut.
Eskalasi Konflik Regional
Serangan terhadap pangkalan Amerika berlangsung di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Iran menyebut operasi militer tersebut sebagai respons terhadap serangan yang dimulai pada 28 Februari, ketika sejumlah fasilitas sipil, permukiman penduduk, dan infrastruktur vital Iran menjadi sasaran operasi militer gabungan.
Sejak saat itu, sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk dilaporkan menjadi target serangan balasan. []
Baca juga : Pasukan Quds IRGC Ancam Balasan: “Pintu Api” Akan Dibuka untuk Israel dan AS
