Internasional
Ayatullah Fazel Lankarani Kritik Keras Pernyataan Al-Azhar soal Agresi ke Iran
Ahlulbait Indonesia | 22 Maret 2026 —Ulama Iran Ayatullah Mohammad Javad Fazel Lankarani mengkritik keras pernyataan Al-Azhar terkait agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Isi serta momentum pernyataan tersebut dinilai tidak tepat.
Mengutip Al-Alam pada Sabtu (21/3/2026), sikap Al-Azhar disebut sangat mengejutkan. Penilaian ini merujuk pada posisi lembaga tersebut sebagai otoritas keagamaan dengan rekam jejak panjang di dunia Islam.
“Pernyataan seperti ini dari lembaga dengan kedudukan ilmiah dan sejarah panjang menimbulkan pertanyaan,” kata Ayatullah Fazel Lankarani, merujuk pada sikap Al-Azhar yang sebelumnya mendukung rakyat Gaza.
Sorotan kemudian mengarah ke sikap sejumlah negara di kawasan. Wilayah darat dan udara disebut dibuka untuk kepentingan pihak asing, situasi yang dinilai ikut mendorong eskalasi konflik dan kerusakan regional.
Dalam penjelasannya, ia merujuk ayat Al-Qur’an untuk menegaskan penolakan terhadap kerja sama dengan pihak yang dianggap memusuhi umat Islam. Hak Iran untuk membela diri juga ditegaskan sebagai respons atas serangan yang terjadi.
Konsistensi sikap Al-Azhar turut dipertanyakan. Pernyataan lembaga tersebut dinilai tidak selaras dengan prinsip ajaran Islam, termasuk nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis.
Aspek hukum dan doktrin juga disinggung. Dukungan terhadap pihak yang disebut sebagai musuh dipandang memunculkan persoalan serius dalam perspektif keagamaan.
Di tengah eskalasi, perhatian diarahkan pada serangan terhadap sebuah sekolah di Minab pada awal konflik. Laporan menyebut lebih dari 160 siswi tewas. Peristiwa ini dinilai menuntut sikap tegas dari otoritas keagamaan.
Penilaian Al-Azhar terhadap langkah pertahanan Iran juga dikritik. Pendekatan tersebut dianggap tidak seimbang dengan perhatian terhadap serangan yang berlangsung.
Di bagian akhir, Ayatullah Fazel Lankarani mengajak ulama Islam, termasuk dari Al-Azhar, untuk mencermati perkembangan dunia Islam secara lebih mendalam. Sikap keagamaan yang diambil diharapkan akurat dan bertanggung jawab. []
