Internasional
AS Tenggelamkan Kapal Fregat Iran Dena di Perairan Internasional, Puluhan Awak Tewas
Ahlulbait Indonesia | 5 Maret 2026 – Iran mengeluarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat menyusul insiden penenggelaman kapal fregat IRIS Dena di perairan internasional dekat Sri Lanka. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa AS akan “sangat menyesali preseden yang telah diciptakan”.
Dalam pernyataan resmi melalui platform X pada Kamis (5/3/2026), Araghchi menegaskan bahwa kapal perang tersebut sedang dalam perjalanan pulang setelah menjadi tamu dalam latihan multilateral MILAN 2026 yang diselenggarakan Angkatan Laut India di Visakhapatnam pada 15-25 Februari lalu.
“AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil dari pantai Iran. Fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, ditenggelamkan di perairan internasional tanpa peringatan,” tulis Araghchi. “Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah diciptakan”.
Konfirmasi Pentagon dan Detail Serangan
Menteri Perang AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa kapal selam Amerika menenggelamkan IRIS Dena menggunakan torpedo Mark 48. Ia menyebut serangan ini sebagai “kematian diam-diam” dan “penenggelaman pertama kapal musuh dengan torpedo sejak Perang Dunia II”.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menyebut operasi ini sebagai “demonstrasi luar biasa dari jangkauan global Amerika untuk memburu, menemukan, dan menewaskan”.
Baca juga : Perlawanan Islam Irak Peringatkan Negara Eropa agar Tidak Terlibat Perang dengan Iran
Reaksi India dan Sri Lanka
Insiden ini menimbulkan kejutan dan kemarahan di India dan Sri Lanka. Banyak pihak di India merasa malu karena 180 pelaut Iran yang diundang dalam latihan militer justru menemui ajal dalam perjalanan pulang.
Juru bicara Partai Kongres India Supriya Shrinate menyatakan di X: “Dalam penghinaan besar terhadap India, AS menenggelamkan IRIS Dena di tepi perairan India dekat Sri Lanka” .
Komando Timur Angkatan Laut India sebelumnya telah menyambut IRIS Dena pada 17 Februari, menyebut partisipasinya sebagai “cerminan hubungan budaya dan sejarah yang panjang antara kedua negara”.
Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Sri Lanka Buddhika Sampath memuji operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan pihaknya.
Konteks Eskalasi Konflik
Penenggelaman IRIS Dena terjadi di tengah eskalasi konflik regional yang melibatkan Iran, Israel, dan AS. IRGC mengumumkan peluncuran gelombang ke-19 Operasi “Janji Sejati 4” dalam bentuk serangan gabungan rudal dan drone yang menargetkan apa yang disebutnya sebagai “posisi teroris Amerika-Zionis”.
Media Israel melaporkan sirene berbunyi di berbagai wilayah termasuk Tel Aviv dan Yerusalem, dengan delapan rudal diluncurkan dari Iran dalam dua gelombang. [HMP]
Baca juga : IRGC Luncurkan Gelombang ke-19 Operasi “Janji Sejati 4”, Targetkan Israel dan Pangkalan AS
