Pendidikan
Ayatullah Kaabi Ungkap Sikap Imam Ali Khamenei soal Suksesi Kepemimpinan Iran
Ahlulbait Indonesia | 7 Maret 2026 — Anggota pimpinan Majelis Ahli Kepemimpinan Iran, Ayatullah Abbas Kaabi, menegaskan bahwa Imam Ali Khamenei tidak pernah menunjuk calon tertentu untuk menjadi pemimpin berikutnya. Ia menekankan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan masa depan sepenuhnya berada di tangan Majelis Ahli Kepemimpinan sesuai dengan ketentuan konstitusi Republik Islam Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Ayatullah Kaabi dalam pesan yang dilansir Kantor Berita Tasnim dari Kota Qom pada Jumat (6/3/2026). Dalam pesannya, Kaabi mengungkap sejumlah poin penting terkait mekanisme pemilihan pemimpin baru Iran serta pandangan yang pernah disampaikan Imam Ali Khamenei mengenai hal tersebut.
Menurut Kaabi, Komisi Penyelidikan Majelis Ahli Kepemimpinan beberapa kali bertemu dengan Imam Ali Khamenei untuk membahas kriteria kepemimpinan bagi pemimpin masa depan Iran.
Penekanan pada Kriteria Kepemimpinan
Ayatullah Kaabi menjelaskan bahwa dalam salah satu pertemuan tersebut, Imam Ali Khamenei menekankan pentingnya merumuskan indikator yang jelas mengenai karakteristik seorang pemimpin.
Untuk tujuan itu, Komisi Penyelidikan membentuk sebuah komite khusus yang terdiri dari sejumlah tokoh ulama dan pejabat senior, antara lain:
1. Ayatullah Sayyid Mahmoud Hashemi Shahroudi
2. Ayatullah Sayyid Ebrahim Raisi
3. Ayatullah Sayyid Ahmad Khatami
4. Ayatullah Mohsen Qomi
5. Ayatullah Abbas Kaabi
Komite tersebut kemudian merumuskan berbagai kriteria dan standar kepemimpinan, yang selanjutnya dilaporkan kepada Imam Ali Khamenei dalam beberapa pertemuan berikutnya.
Menurut Kaabi, dalam salah satu kesempatan Imam Ali Khamenei menekankan bahwa integritas finansial seorang pemimpin merupakan faktor yang sangat penting.
“Di antara semua karakteristik, ketakwaan finansial (taqwa-ye mali) seorang pemimpin berada pada tingkat kepentingan pertama. Karena dengan kewenangan dan tanggung jawab besar yang dimiliki seorang pemimpin, jika terjadi penyimpangan finansial, hal itu dapat merusak seluruh aspek lainnya,” ujar Imam Ali Khamenei sebagaimana dikutip oleh Ayatullah Kaabi.
Komitmen pada Prinsip Revolusi Islam
Dalam pertemuan lain, Imam Ali Khamenei juga menekankan sejumlah karakteristik yang harus dimiliki oleh pemimpin masa depan Iran, antara lain:
1. keyakinan yang kuat terhadap prinsip-prinsip Revolusi Islam
2. ketajaman visi dan pemahaman terhadap musuh
3. kemampuan mengenali fitnah dan ancaman politik
4. sikap tegas dalam melawan hegemoni global
5. komitmen pada perlawanan terhadap Amerika Serikat dan rezim Zionis
Menurut Kaabi, prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi penting bagi kepemimpinan dalam sistem Republik Islam Iran.
Tidak Menunjuk Kandidat Tertentu
Dalam kesempatan lain, salah satu anggota Majelis Ahli Kepemimpinan meminta agar Imam Ali Khamenei setidaknya memberikan petunjuk atau isyarat mengenai calon pemimpin masa depan, sebagaimana dahulu Imam Ruhollah Khomeini pernah memberi isyarat mengenai kepemimpinan Imam Ali Khamenei.
Namun Ayatullah Kaabi menegaskan bahwa Imam Ali Khamenei menolak memberikan nama atau menunjuk kandidat tertentu.
Menurutnya, Imam Ali Khamenei menjawab permintaan tersebut dengan mengatakan:
“Tidak perlu. Jangan khawatir. Allah akan membantu kalian menemukan jalan.”
Imam Ali Khamenei juga mengingatkan pengalaman setelah wafatnya Imam Khomeini, ketika Majelis Ahli harus menentukan pemimpin baru dalam situasi yang penuh ketidakpastian.
“Pada masa setelah wafatnya Imam Khomeini, kita seolah memasuki lorong gelap. Namun dengan pertolongan Allah dan perhatian Imam Mahdi, jalan itu menjadi terang,” kata Imam Ali Khamenei.
Keputusan Sepenuhnya di Tangan Majelis Ahli
Ayatullah Kaabi menegaskan bahwa berdasarkan berbagai pernyataan dan sikap Imam Ali Khamenei, tidak pernah ada wasiat khusus atau penunjukan kandidat tertentu untuk kepemimpinan masa depan Iran.
Menurutnya, Imam Ali Khamenei secara tegas menyerahkan proses pemilihan pemimpin kepada Majelis Ahli Kepemimpinan, yang harus mengambil keputusan berdasarkan kriteria, indikator, serta tanggung jawab hukum dan syariat yang dimiliki lembaga tersebut.
“Dengan mempertimbangkan seluruh bukti dan indikasi, pandangan Imam Ali Khamenei adalah bahwa Majelis Ahli harus mengambil keputusan berdasarkan kriteria serta tugas konstitusional dan syar’i mereka,” ujar Ayatullah Kaabi.
Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada wasiat khusus atau penunjukan individu tertentu terkait kepemimpinan masa depan Iran. [HMP]
