Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Ustadz Thaha Bufteim: Lailatul Qadar Momentum Meneladani Keteguhan Imam Ali

Published

on

Pasuruan, 10 Maret 2026 — Kajian Hikmah Ramadan malam ke-19 di Yayasan Ulul Albab, Kota Pasuruan, berlangsung khidmat pada Minggu malam (8/3). Penceramah utama, Ustadz Thaha Bufteim, mengajak umat menjadikan Lailatul Qadar sebagai momentum meneladani keteguhan perjuangan Imam Ali bin Abi Thalib dalam menegakkan keadilan dan nilai-nilai Islam.

Kegiatan diikuti jamaah ikhwan dan akhwat, para ustadz, serta habaib. Ustadz Thaha yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Pasuruan menekankan pentingnya menghidupkan malam-malam mulia itu melalui ibadah dan refleksi atas sejarah tokoh besar Islam.

Menurutnya, Imam Ali merupakan teladan utama dalam menjaga keadilan serta keberanian mempertahankan kebenaran di tengah berbagai tekanan.

Sejarah perjuangan Imam Ali dipenuhi pengorbanan dan kesetiaan terhadap risalah Islam. Sosok tersebut juga mencapai syahadah pada bulan suci Ramadan, peristiwa yang terus dikenang umat hingga kini.

“Puasa bagi manusia-manusia pilihan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan menjadi perisai dari berbagai larangan Allah. Mereka merupakan pemimpin besar yang hidup sederhana, namun memiliki pemikiran dan visi yang sangat besar,” ujar Ustadz Thaha.

Hadirin juga diajak merenungkan perjuangan Syahid Sayyid Ali Khamenei. Semangat perjuangannya mencerminkan upaya menegakkan nilai keadilan sebagaimana dicontohkan Imam Ali.

Kajian malam ke-19 Ramadan sekaligus menjadi momen mengenang syahadah Imam Ali bin Abi Thalib. Menghidupkan Lailatul Qadar, menurut Ustadz Thaha, dapat menyalakan kembali semangat risalah dalam kehidupan umat.

Nilai-nilai Islam tidak berhenti pada ranah pribadi, melainkan hadir memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Dalam hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, jika kalian ingin melihat ilmu Adam, kesalehan Nuh, dan kesetiaan Ibrahim, maka lihatlah pada wajah Ali,” kata Ustadz Thaha.

Pesan tersebut, menurutnya, menunjukkan ukuran kemuliaan manusia terletak pada kemampuan memberi manfaat bagi sesama.

Pada bagian akhir ceramah, Ustadz Thaha mengingatkan pentingnya fondasi ibadah dalam kehidupan umat. Salat, puasa, dan berbagai amalan lain menjadi dasar pembentukan pribadi yang kuat secara spiritual.

Menurutnya, Islam juga menuntun lahirnya umat yang berilmu, bersatu, serta memiliki keberanian memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan manusia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, pembacaan sumpah Al-Qur’an, serta doa Jausyan Kabir. Acara kemudian ditutup dengan sahur bersama sekitar pukul 03.00 WIB.

Panitia berharap kajian Ramadan tersebut memperkuat kesadaran hadirin untuk meneladani nilai perjuangan Imam Ali bin Abi Thalib serta semangat para ulama dalam kehidupan sehari-hari selama bulan suci Ramadan. Doa juga dipanjatkan bagi para syuhada serta bagi terciptanya keadilan dan perdamaian bagi umat manusia.
(HMP Kota Pasuruan)