Daerah
Silaturahmi ABI Pasuruan Perkuat Ukhuwah dan Komitmen Perjuangan Umat
Pasuruan, 3 April 2026 — Hangat Idul Fitri masih terasa dalam pertemuan keluarga besar Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Pasuruan yang menggelar silaturahmi dan halal bihalal di kediaman Ustadz Hud Assegaf, Kamis (2/4/2026). Pertemuan itu bukan hanya menjadi ruang untuk saling memaafkan selepas Lebaran, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah, merapatkan barisan, dan meneguhkan kembali komitmen perjuangan umat.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jawa, Kota Pasuruan, dihadiri Wakil Ketua DPW ABI Jawa Timur Ustadz Ahmad Alaydrus, pimpinan DPD ABI Kota Pasuruan, jajaran pengurus, serta anggota Yayasan Ulul Albab Pasuruan.
Suasana pertemuan berjalan akrab dan penuh kehangatan. Namun di balik ramah tamah yang mengalir, tersimpan kesadaran bersama bahwa perjuangan tidak cukup dijaga lewat semangat sesaat. Perjalanan umat menuntut kebersamaan yang dirawat, hubungan yang dijaga, dan kesungguhan yang terus diperbarui.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Hud Assegaf mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan antarsesama sebagai fondasi gerak bersama.
“Silaturahmi adalah seni untuk menghangatkan kembali hati yang sempat mendingin, dan merangkai lagi kedekatan yang sempat hilang seiring waktu,” ujarnya.
Bagi keluarga besar ABI, pertemuan seperti ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada agenda rutin pasca-Idulfitri. Silaturahmi menjadi ruang untuk merawat kekuatan batin organisasi, memperkokoh rasa saling memiliki, serta memastikan arah perjuangan tetap berjalan dalam kebersamaan.
Forum itu juga menyinggung perkembangan situasi global yang semakin memanas. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat turut menjadi bahan pembicaraan dan refleksi bersama.
Pembahasan tersebut mengingatkan para peserta bahwa perjuangan menegakkan keadilan tidak pernah berdiri di ruang hampa. Dunia yang terus bergolak menuntut umat untuk memiliki keteguhan sikap, kesiapan mental, dan kekuatan spiritual yang tidak mudah goyah.
Menjelang akhir kegiatan, Ustadz Hud kembali menegaskan pentingnya keseriusan dalam menapaki jalan perjuangan.
“Jangan terbuai oleh angan-angan bahwa kejayaan akan datang dengan mudah,” tegasnya.
“Di jalan perlawanan ini, waspada adalah kompas dan istiqamah adalah jangkar. Perjuangan ini berat dan berliku; membutuhkan mujahadah yang nyata, bukan sekadar kata-kata. Mari kita seriusi setiap langkah di jalan yang sulit ini.”
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Dari pertemuan yang sederhana itu, tersisa pesan yang kuat: ukhuwah harus terus dijaga, kebersamaan harus terus dirawat, dan perjuangan harus dijalani dengan kesungguhan, bukan hanya semangat sesaat. [HMP Kota Pasuruan]
