Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Senja di Bangil: Menjemput Berkah dan Cinta di Kediaman Ustadz Ali Ridho Al-Habsyi

Published

on

Senja di Bangil: Menjemput Berkah dan Cinta di Kediaman Ustadz Ali Ridho Al-Habsyi

Bangil, 18 Februari 2026 — Langit Kota Bangil perlahan berpendar jingga, menandai matahari yang mulai beranjak menuju peraduannya. Di tengah suasana sore itu, Selasa (17/2), sebuah rombongan kecil bergerak dengan tujuan yang sarat makna. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan perjalanan batin untuk meneguhkan arah dan niat.

Dipimpin Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Pasuruan, Ahmad Assegaf, rombongan tiba di kediaman tokoh yang dihormati, Ustadz Ali Ridho bin Husein Al-Habsyi.

Pintu rumah terbuka, dan suasana segera terasa hangat oleh sambutan penuh kekeluargaan dari tuan rumah. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi yang mempererat ukhuwah pengurus DPD ABI Kota Pasuruan, sebuah kesempatan untuk kembali “pulang”, memohon nasihat dan restu dari sosok yang dituakan.

Acara dibuka dengan khidmat oleh Ketua Departemen HMP, Ustadz Hud bin Alwi Assegaf, yang memperkenalkan satu per satu pengurus yang hadir. Tujuannya jelas: merapatkan barisan, menyatukan visi, dan memohon arahan dari Ustadz Ali Ridho sebagai figur pembimbing di lingkungan internal komunitas Ahlul Bait.

Di ruang tamu yang sederhana namun penuh kehangatan, Ustadz Ali Ridho Al-Habsyi menyambut para tamu dengan keteduhan. Ketika beliau mulai berbicara, suasana hening dan penuh perhatian.

“Menjadi bagian dari organisasi ini adalah sebuah karunia,” tuturnya. Menurut beliau, pengabdian dalam organisasi bukan semata tanggung jawab administratif, melainkan amanat yang harus dijaga dengan kesungguhan dan integritas. Amanat itu bersumber dari nilai-nilai keimanan, keteladanan Rasulullah, serta kecintaan kepada Ahlul Bait.

Baca juga : ABI Pasuruan Konsolidasikan Sistem Organisasi dan Strategi Media

Dalam suasana senja yang kian temaram, pesan beliau menegaskan pentingnya niat sebagai fondasi setiap langkah. Tanpa ketulusan, kerja organisasi kehilangan arah dan makna. Nasihat yang paling ditekankan adalah pentingnya menjaga persaudaraan. Gesekan dalam organisasi dinilai sebagai sesuatu yang wajar, namun harus diselesaikan melalui komunikasi terbuka, jujur, dan saling menghormati.

“Segala uneg-uneg, kritik, dan saran sampaikan secara langsung. Hindari membicarakan di belakang atau memendam kekecewaan,” ujarnya.

Pesan itu sederhana, tetapi mengandung makna mendalam: prasangka yang dipelihara dalam diam dapat menjadi penghalang terbesar bagi ukhuwah.

Pertemuan berlangsung singkat, namun meninggalkan kesan kuat. Para pengurus DPD ABI Kota Pasuruan tampak memperoleh semangat baru, tekad untuk melangkah lebih solid, tertata, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Menjelang azan Maghrib, kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Ali Ridho. Dalam lantunan tersebut, tersirat harapan agar Ahlulbait Indonesia (ABI) terus berkembang, dipersatukan oleh ikatan persaudaraan yang kokoh dan berkelanjutan.

Senja di Bangil pun berlalu, digantikan malam. Namun, cahaya nasihat yang ditanamkan sore itu diharapkan tetap menyala, menjadi bekal perjalanan panjang para pengkhidmat umat di Kota Pasuruan. [HMP Kota Pasuruan]

Baca juga : BAZARA Pasuruan Resmi Dibuka, Perkuat Upaya Kemandirian Ekonomi Umat