Daerah
Ratusan Warga Samarinda Peringati Al-Quds di Simpang Lembuswana, Desak RI Keluar dari BOP
Samarinda, 14 Maret 2026 — Ratusan warga Samarinda menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di kawasan Simpang Lembuswana pada Jumat sore, 13 Maret 2026. Massa mengibarkan bendera Palestina dan membawa poster protes sambil menyerukan dukungan bagi kemerdekaan Palestina serta mengecam agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA itu diikuti berbagai elemen masyarakat dan berlangsung tertib di salah satu persimpangan utama Kota Samarinda. Sejak sore hari, peserta aksi mulai berdatangan dengan membawa spanduk, poster, serta bendera Palestina sebagai simbol dukungan terhadap rakyat Palestina.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan solidaritas kemanusiaan melalui orasi, doa bersama, serta seruan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Suasana aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan serta koordinasi dari panitia di lapangan.
Peserta aksi terdiri atas masyarakat umum, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta warga dari berbagai wilayah di Samarinda, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Aksi ini dikoordinasikan oleh International Quds Day Kalimantan Timur bersama Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ).
Selain menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina, massa juga menyoroti situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai berpotensi memperluas konflik di kawasan tersebut.
Baca juga : Dari Semarang untuk Palestina: Ribuan Massa Tolak BOP dan Kecam Agresi AS–Israel atas Iran

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di tengah aksi, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka menolak agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dinilai melanggar kedaulatan negara serta berpotensi memicu eskalasi konflik regional.
Para peserta aksi juga menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan penuh Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Menurut mereka, kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa sebagaimana prinsip universal hak menentukan nasib sendiri.
Selain itu, massa juga mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar dari forum Board of Peace (BOP), yang menurut mereka tidak mencerminkan komitmen terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Dalam salah satu orasi yang disampaikan kepada massa, perwakilan peserta aksi menegaskan bahwa konflik di Palestina tidak seharusnya dipandang semata sebagai persoalan politik ataupun identitas kelompok. “Ini bukan persoalan mazhab atau perbedaan kelompok. Ini persoalan kemanusiaan. Ketika ada kedzaliman, setiap manusia memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara,” ujar orator tersebut di hadapan peserta aksi.
Seruan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina beberapa kali menggema di tengah kerumunan massa. Para peserta juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar tidak menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang dinilai masih hidup di bawah penindasan.
Baca juga : Dari Jalanan Surabaya: Agresi AS–Israel atas Iran Membuka Mata Dunia
Aksi tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kota Samarinda, Adnan Ferdhian. Ia menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan global.
Menurut Adnan, kegiatan solidaritas seperti aksi Al-Quds memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sosial masyarakat. “Acara seperti ini sangat baik karena mengingatkan kita bahwa sebagai manusia kita harus peduli terhadap sesama, terutama terhadap mereka yang hingga kini masih mengalami penjajahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina seharusnya tidak dilihat semata dari sudut pandang agama atau kelompok tertentu, melainkan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan yang universal. “Ini bukan sekadar persoalan agama atau mazhab. Ini persoalan kemanusiaan. Kita harus peduli tanpa melihat perbedaan keyakinan ataupun latar belakang,” katanya.
Sepanjang aksi berlangsung, aparat keamanan bersama koordinator lapangan memastikan kegiatan berjalan tertib serta tidak mengganggu arus lalu lintas secara signifikan di kawasan Simpang Lembuswana.
Menjelang petang, rangkaian aksi ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kemerdekaan rakyat Palestina dan kemenangan Iran. Para peserta berharap perdamaian serta keadilan segera terwujud di wilayah tersebut. Aksi solidaritas ini kembali menunjukkan bahwa isu Palestina masih mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia, termasuk dari warga Samarinda di tepian Sungai Mahakam. []
Laporan: Nugroho dari Samarinda
Baca juga : Polres Jombang Kunjungi DPD ABI, Bahas Peran Ormas dan Agenda Hari Al-Quds
