Daerah
Muslimah ABI Hadiri Dialog Strategis Pemkot Probolinggo Bahas Program 2026
Probolinggo, 27 Februari 2026 — Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Probolinggo menghadiri dialog interaktif yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo dan organisasi kemasyarakatan (Ormas), Jumat (27/2), di Aula Bakesbangpol Kota Probolinggo. Forum ini difokuskan untuk memperkuat komunikasi lintas elemen serta menjaga stabilitas sosial demi mendukung agenda pembangunan 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, Kepala Satuan Intelijen Kota Probolinggo, Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, serta perwakilan 50 Ormas dari total 230 Ormas yang terdaftar di wilayah itu.
Dalam pemaparan program prioritas, Wali Kota Aminuddin menekankan pembenahan persoalan lingkungan dan penguatan ekonomi daerah. Program yang disorot meliputi pembersihan drainase dari sampah plastik, normalisasi sungai dari limbah domestik, larangan buang air besar dan kecil di sungai, serta langkah menekan kesenjangan ekonomi hingga satu digit.
“Sinergi pemerintah dan Ormas penting untuk menjaga kondusivitas serta mempercepat realisasi program pembangunan,” kata Aminuddin dalam forum tersebut.

Selain menjadi sarana sosialisasi kebijakan, dialog juga membuka ruang partisipasi publik. Perwakilan Ormas menyampaikan masukan dan kritik secara langsung. Pemerintah merespons sejumlah isu teknis, terutama terkait pengelolaan sampah, pengawasan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani menyatakan dukungan legislatif terhadap penguatan kolaborasi tersebut. DPRD, kata dia, siap mendorong kebijakan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan aspirasi Ormas.
Suasana forum berlangsung terbuka dan komunikatif. Model dialog dua arah dinilai efektif untuk meredam potensi gesekan sekaligus memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.
Kehadiran Muslimah ABI Kota Probolinggo menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga hubungan konstruktif dengan pemerintah setempat. [Muslimah ABI Probolinggo]
