Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Ketua ABI Jatim Sambut Ramadhan: Dunia dan Akhirat Hanya Milik Orang Bertakwa

Published

on

Ketua ABI Jatim Sambut Ramadhan: Dunia dan Akhirat Hanya Milik Orang Bertakwa

Pasuruan, 19 Februari 2026 — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Timur, Ustadz Abdillah Baabud, mengajak umat Islam untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum meraih ketakwaan, yang merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutan menyambut Ramadan melalui kanal YouTube Suara ABI Jatim, Rabu (18/2/2026).

Mengawali sambutannya, Ustadz Abdillah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Ia menyebut Ramadan sebagai afdolus syuhur (sebaik-baik bulan) sebagaimana sabda Rasulullah SAW, yang di dalamnya terdapat hari-hari dan malam-malam yang penuh kemuliaan.

“Alangkah agungnya kemurahan Allah ketika Tuhan Yang Mahasempurna mempersilakan hamba-hamba-Nya menjadi tamu istimewa selama sebulan penuh,” ujarnya.

Ramadan dan Kesadaran akan Waktu
Dalam paparannya, Ustadz Abdillah menjelaskan bahwa hakikat Ramadan tidak terlepas dari hakikat waktu. Ia mengingatkan bahwa manusia sesungguhnya hanya memiliki masa kini. Waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali, sementara masa depan belum pasti diraih.

“Kita tidak memiliki yesterday dan tidak memiliki tomorrow. Kita hanya punya today, sekarang ini,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengisi setiap detik dengan amal terbaik sebelum kesempatan itu sirna. Ramadan, menurutnya, merupakan momen paling strategis untuk melakukan introspeksi dan transformasi diri.

Takwa: Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
Ustadz Abdillah memaparkan bahwa kehidupan manusia terbagi dalam dua fase: kehidupan dunia yang fana dan kehidupan akhirat yang kekal. Dalam perspektif Al-Qur’an, takwa menjadi poros utama keberhasilan di kedua fase tersebut.

Baca juga : ABI Pasuruan Konsolidasikan Sistem Organisasi dan Strategi Media

Mengutip Surah Al-A’raf ayat 128, ia menyampaikan bahwa bumi adalah milik Allah dan diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki, dengan penegasan “wal ‘aqibatu lil muttaqin” (kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa).

Ia juga merujuk pada Surah Al-Qasas ayat 83 yang menegaskan bahwa negeri akhirat diperuntukkan bagi mereka yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Ayat tersebut kembali menegaskan bahwa kesudahan yang baik hanya bagi orang-orang bertakwa.

“Dengan demikian, ketakwaan merupakan kunci kebahagiaan kita, baik di dunia maupun di akhirat,” jelasnya.

Puasa sebagai Jalan Mencapai Takwa
Dalam kesempatan itu, Ustadz Abdillah mengingatkan tujuan utama disyariatkannya puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, yaitu agar umat Islam meraih ketakwaan (la’allakum tattaqun).

Ia mengajak umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan Ramadan tahun ini, mengingat tidak ada jaminan seseorang akan kembali bertemu dengan Ramadan berikutnya.

“Mari kita manfaatkan Ramadan untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” imbaunya.

Mengakhiri sambutannya, keluarga besar DPW ABI Jawa Timur menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh muslimin dan muslimat.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan kita semua pada tujuan utama puasa, yaitu ketakwaan, yang menjadi kunci kebahagiaan di dunia dan di akhirat,” tutupnya.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum terbaik untuk meraih derajat takwa. [HMP/Jatim]

Baca juga : Senja di Bangil: Menjemput Berkah dan Cinta di Kediaman Ustadz Ali Ridho Al-Habsyi