Daerah
Kader ABI Kaltim Asah Strategi Ekonomi, Siap Sambut Gelombang Perubahan Era IKN
Samarinda, 25 Februari 2026 — Transformasi besar tengah menyapa Kalimantan Timur seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menyadari momentum strategis ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) se-Kalimantan Timur bergerak cepat memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan bertajuk Pemetaan Ekonomi Kalimantan Timur yang digelar secara daring pada Selasa malam (24/2).
Kegiatan yang diinisiasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI melalui Departemen Pemberdayaan Ekonomi ini diikuti 19 peserta gabungan dari DPD ABI se-Kalimantan Timur, Muslimah ABI, dan Pandu ABI. Dari DPD ABI Kota Samarinda, hadir Ketua Divisi PSDM dan Ekonomi Istiarto bersama Wakil Ketua PSDM dan Ekonomi, Lutfi Aprisa.
Pelatihan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah strategis membekali kader dengan kemampuan membaca peta peluang ekonomi regional. Fokus utamanya adalah menyiapkan strategi konkret dalam menghadapi dinamika pembangunan yang kian masif di Bumi Etam.
Sebagai narasumber, Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi (PE) DPP ABI, Sayid Ali Reza Baraqbah dan Wakil Ketua Departemen PE DPP ABI, Hilmi Diya, memaparkan pendekatan Regional Investment Break Even Growth Cluster—sebuah strategi pengembangan ekonomi berbasis klaster wilayah yang saling terhubung dan saling menguatkan. Konsep ini menekankan pentingnya diferensiasi peran antarwilayah agar tercipta ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Baca juga : Perkuat Soliditas dan Arah Gerak Organisasi, ABI Kabupaten Pasuruan Matangkan RKAT 2026
Dalam pemaparannya, Hilmi Diya menegaskan lima sektor strategis yang perlu menjadi fokus penguatan, yakni logistik dan distribusi, kesehatan, pendidikan, konstruksi dan arsitektur, serta hukum dan jasa profesional khusus. Menurutnya, sektor-sektor tersebut akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, terlebih dengan kehadiran IKN di provinsi ini.
“Dengan adanya IKN, diperlukan pembagian peran antarwilayah sebagai daerah penyangga. Balikpapan berpotensi menjadi hub logistik dan distribusi, Samarinda sebagai pusat jasa profesional dan layanan kesehatan, sementara Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara dapat memperkuat sektor konstruksi, pendidikan vokasi, serta dukungan teknis pembangunan,” jelas Hilmi.
Strategi tersebut disusun berdasarkan analisis potensi internal dan eksternal masing-masing daerah. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan jumlah pelaku usaha, tetapi membangun struktur ekonomi yang kokoh, adaptif, dan berdaya saing jangka panjang.
Melalui pelatihan ini, ABI menegaskan komitmennya dalam mendorong kader berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat dan daerah. Dengan perencanaan yang terarah dan sinergi lintas wilayah, Kalimantan Timur diharapkan mampu menjelma sebagai pusat pertumbuhan baru yang tidak hanya menopang IKN, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi strategis di tingkat nasional. [Nugraha]
Baca juga : Divisi Pemberdayaan Ekonomi DPD ABI Kota Malang Gelar Sosialisasi dan Perekrutan Anggota Koperasi BAZARA
