Daerah
DPW ABI NTB Gelar Silaturahmi Ormas dan Mahasiswa, Bahas Palestina dan Perkuat Persatuan Umat
Mataram, 9 Maret 2026 — Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Nusa Tenggara Barat menggelar silaturahmi dan kajian isu Palestina bersama sejumlah organisasi masyarakat dan mahasiswa, Ahad (8/3). Forum tersebut menjadi ruang dialog lintas organisasi untuk memperkuat persatuan umat Islam di Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan berlangsung dengan pendampingan dari Kesbangpoldagri Provinsi NTB melalui Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Jauhari Muslim. Hadir dalam pertemuan tersebut Lakpesdam NU NTB, GP Ansor NTB, Jemaat Ahmadiyah Indonesia Wilayah NTB, serta organisasi mahasiswa Front Mahasiswa Nasional. Beberapa organisasi masyarakat lain tercatat berhalangan hadir.
Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif. Peserta menyoroti pentingnya membangun persatuan umat di tengah maraknya ceramah dan informasi keagamaan yang berpotensi memicu perpecahan.
Baca juga : Milad Imam Hasan di Pasuruan Serukan Kepedulian Sosial dan Keteladanan Ahlul Bait

Ketua DPW ABI NTB Ahmad Muhajir Alhinduan dalam pengantar pertemuan menekankan posisi isu Palestina bagi umat Islam.
“Isu Palestina menjadi persoalan mendasar bagi umat Islam karena berkaitan dengan identitas umat. Tragedi kemanusiaan di Palestina juga berkaitan dengan lemahnya persatuan umat Islam. Kepedulian dan aksi nyata untuk membela sesama muslim perlu terus dirajut,” kata Ahmad Muhajir.
Sementara Ustadz Hasyim Al Habsy menyoroti pentingnya pendekatan dialog dalam kehidupan beragama. Menurutnya, ajaran Islam menempatkan persaudaraan sebagai fondasi kehidupan sosial.
“Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan manusia memiliki dua saudara, saudara dalam agama dan saudara dalam kemanusiaan. Islam sebagai rahmatan lil alamin tidak mengajarkan permusuhan antarsesama muslim. Dialog menjadi jalan untuk saling memahami,” ujar Ustadz Hasyim.
Pandangan tersebut mendapat tanggapan dari Jauhari Muslim. Menurutnya, persatuan umat perlu diwujudkan melalui langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Persatuan umat Islam dapat dimulai dari praktik sederhana seperti memperkuat shalat berjamaah dan membuka ruang dialog secara rutin. Upaya seperti ini juga terus kami dorong dalam menjaga keharmonisan masyarakat di NTB,” kata Jauhari.
Perwakilan Jemaat Ahmadiyah Indonesia Wilayah NTB, Zauzi, menambahkan pesan perdamaian perlu terus disuarakan dalam kehidupan sosial.
“Pesan perdamaian selalu kami gaungkan melalui prinsip love for all hatred for none. Persahabatan memperkuat kehidupan sosial, sementara permusuhan justru memperbesar konflik,” ujar Zauzi.
Lakpesdam NU NTB melalui Jayadi menyambut baik forum dialog tersebut. Menurutnya, ruang tabayyun menjadi cara efektif untuk memperkuat saling pengertian antarkelompok masyarakat.
Baca juga : DPD ABI Kabupaten Malang Santuni 20 Anak Yatim di Lawang pada Ramadan

“Dialog seperti ini penting untuk membuka ruang saling mengenal dan memahami perbedaan. Semangat tabayyun selalu kami dorong dalam berbagai kegiatan Lakpesdam,” kata Jayadi.
Front Mahasiswa Nasional juga menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Bagi organisasi mahasiswa tersebut, solidaritas terhadap Palestina berkaitan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan membentuk Aliansi Solidaritas Aksi Peduli Palestina yang diinisiasi oleh Ahlulbait Indonesia. Aksi solidaritas direncanakan berlangsung pada 13 Maret 2026.
Forum tersebut juga merencanakan pertemuan lanjutan pada April mendatang dengan melibatkan lebih banyak organisasi masyarakat di Nusa Tenggara Barat guna memperluas dialog dan memperkuat kerja sama lintas komunitas. []
Baca juga : DPD ABI Kabupaten Malang Gelar Tahlil dan Doa untuk Ayatullah Ali Khamenei
