Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Binlat Karakter Jati Diri Bangsa Digelar di Kediri, DPD ABI Terlibat dalam Tim Monev

Published

on

Kediri, 22 Februari 2026 — Bimbingan dan Latihan (Binlat) Karakter Jati Diri Bangsa berlangsung di Pesantren Jati Diri Bangsa, Situs Persada Sukarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/2). Kegiatan sejak pukul 08.00 hingga 18.30 WIB ini diikuti sekitar 100 pelajar se-Kabupaten Kediri serta warga binaan Polres Kediri.

Program digagas Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kabupaten Kediri terlibat sebagai bagian Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev), bersama unsur Polres Kediri, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan wilayah Kediri, serta tokoh masyarakat.

Metode pembelajaran menggabungkan pendekatan rasa, sains otak, dan pengalaman langsung. Skema ini dirancang untuk memperkuat penghayatan nilai kebangsaan, memulihkan daya kritis, serta meningkatkan kemampuan pengendalian diri pelajar di tengah tekanan ruang digital. Penanaman nilai Pancasila menjadi fondasi utama sepanjang proses pelatihan.

Ketua DPD ABI Kabupaten Kediri, Juwaini, SP., yang tergabung dalam Tim Monev, menilai materi kebangsaan perlu terus diperbarui agar relevan dengan perkembangan zaman.

“Ke depan perlu ada pengembangan materi terkait kondisi sosial, politik, hukum bangsa, serta dinamika geopolitik dunia yang ditimbang dengan nilai luhur budaya bangsa dan konstitusi dasar negara. Indonesia adalah bangsa yang peduli dan berkontribusi terhadap perdamaian serta kemerdekaan,” kata Juwaini.

Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, antara lain anggota DPR RI Dodi Purwanto dan Danang, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Waka SPN AKBP Dodi Indra, serta Kepala Kesbangpol Wawan Sudiharjo.

Penyelenggara menargetkan lahir generasi muda berkarakter kuat, memiliki nasionalisme kokoh, dan memahami kesadaran kebangsaan yang selaras dengan Pancasila serta konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan serupa diproyeksikan menjadi agenda berkelanjutan dalam penguatan pendidikan karakter berbasis kebangsaan di daerah. [HMP/Jatim]

Continue Reading