Ikuti Kami Di Medsos

Perspektif ABI

Belajar dari Agresi AS-Israel Dewan Syura ABI Tegaskan Konsolidasi dan Persatuan Islam

Published

on

Ustadz Hussein Syahab saat memberikan sambutan. (Dok.ABI)

Jakarta, 11 April 2026 — Dewan Syura Ahlulbait Indonesia menegaskan penguatan konsolidasi internal dan persatuan umat sebagai agenda prioritas dalam Halal Bihalal di Islamic Cultural Center Jakarta, Sabtu, (11/4/2026). Forum ini juga menyoroti dinamika Iran sebagai rujukan pembelajaran strategis.

Acara Halal Bihalal ini diadakan oleh Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (DS ABI).

Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti seluruh unsur organisasi, meliputi Dewan Syura, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, DPP, Pimnas Muslimah ABI, Pandu ABI, ABI Responsif dan DPW DKI Jakarta

Ketua Dewan Syura ABI, Ustadz Hussein Syahab, menegaskan Halal Bihalal ini berfungsi sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat soliditas, memperjelas arah gerak, dan menyatukan langkah organisasi.

Menurutnya, organisasi perlu membaca perkembangan global secara utuh, termasuk dinamika politik internasional yang berdampak langsung terhadap umat Islam. Situasi Iran disebut sebagai salah satu referensi penting dalam membangun ketahanan komunitas.

Ketua DS juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di media sosial terkait perubahan sikap masyarakat Indonesia terhadap Iran. Pernyataan itu dinilai mencerminkan adanya kedekatan emosional sebagian masyarakat Indonesia terhadap Republik Islam Iran.

Ustadz Hussein menegaskan pentingnya mendorong persatuan Umat Islam, Sunni dan Syiah, terutama di kalangan ulama dan aktivis. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat posisi umat di tengah tekanan global.

Lebih lanjut, beliau menyoroti solidaritas masyarakat Iran yang tetap mendukung pemerintah dalam situasi krisis, termasuk dari kelompok oposisi. Kondisi itu dinilai sebagai contoh kohesi sosial yang kuat dan relevan untuk diteladani. “Ini momentum untuk mendidik masyarakat agar lebih berani, peduli, dan memiliki kebanggaan identitas,” ujarnya.

Lebih lanjut Ustadz Hussein menambahkan, kemajuan teknologi Iran, termasuk pengembangan nuklir, menjadi instrumen strategis dalam menghadapi tekanan global.

Lebih tegas, Ustadz Hussein merumuskan tiga langkah utama untuk dilakukan oleh komunitas, khususnya para pengurus ABI.

Pertama, memperkuat persatuan Sunni dan Syiah. Kedua, meningkatkan soliditas sosial, politik, dan budaya, baik di internal maupun dengan masyarakat luas. Ketiga, memperkuat edukasi komunitas guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Acara ditutup dengan penegasan komitmen organisasi untuk menjadikan konsolidasi dan penguatan kapasitas umat sebagai agenda prioritas ke depan. []