Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

ABI Sampaikan Belasungkawa atas Syahidnya Imam Ali Khamenei dalam Doa Bersama di Kedubes Iran, Jakarta

Published

on

Ketua Dewan Syura ABI, Ustadz Husein Shahab, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dan Wakil Ketua Umum ABI, Ustadz Ahmad Hidayat, turut hadir dalam doa dan Teken Petisi Solidaritas untuk Iran di Kediaman Dubes Iran Jakarta (FOTO: Dok ABI)

Jakarta, 5 Maret 2026 — Ahlulbait Indonesia (ABI) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah al-Uzma Sayyid Imam Ali Khamenei, dalam acara doa bersama yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ketua Dewan Syura ABI, Ustadz Husein Shahab, Sekretaris Dewan Syura, ustadz Abdullah Beik, dan Wakil Ketua Umum ABI, Ustadz Ahmad Hidayat, turut hadir dalam kegiatan doa bersama sekaligus menandatangani petisi solidaritas bagi Iran tersebut.

Acara berlangsung di kediaman Duta Besar Iran yang beralamat di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat. Ribuan peserta dari berbagai lapisan masyarakat mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Husein Shahab.

Dalam sambutannya, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa kesyahidan Imam Ali Khamenei merupakan tindakan kriminal yang tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga nilai-nilai agama.

“Kesyahidan Imam Ali Khamenei adalah kejahatan terbesar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Tindakan ini melanggar seluruh norma internasional, bahkan ajaran agama,” tegas Boroujerdi.

Boroujerdi juga menyampaikan bahwa duka mendalam dirasakan oleh seluruh rakyat Iran. Di sisi lain, peristiwa ini justru memperkuat persatuan nasional bangsa Iran.

“Peristiwa ini menyayat hati rakyat Iran, namun sekaligus menjadi pemicu utama bagi persatuan nasional untuk bangkit dan melawan,” tambahnya.

Boroujerdi mengonfirmasi bahwa Iran telah melancarkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, serta wilayah Tel Aviv dan pusat pemerintahan Israel. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan sikap Iran yang menolak membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat.

“Kami tidak akan membuka pintu dialog dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, kami bersedia untuk berdialog secara komprehensif, tetapi di tengah proses itulah mereka justru menyerang kami,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum ABI, Ustadz Ahmad Hidayat, membacakan pernyataan sikap organisasi. Ia menyampaikan bahwa syahidnya Imam Ali Khamenei meninggalkan luka yang mendalam bagi para pecintanya.

“Kesyahidan Imam Ali Khamenei melukai hati kami, dan luka itu tak akan sembuh kecuali Amerika Serikat hancur dan Israel terusir dari Palestina,” ungkap Ustadz Ahmad.

Ustadz Ahmad juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk memperkuat persatuan nasional sebagai bekal dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

“Kami menyeru kaum muslimin Indonesia agar memperkokoh persatuan. Hanya dengan modal itulah Indonesia di masa depan dapat selamat dari hegemoni Amerika Serikat dan Zionis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Syura ABI, Ustadz Husein Shahab, menilai bahwa syahidnya Imam Ali Khamenei merupakan kehilangan besar bagi banyak pihak, termasuk masyarakat Indonesia.

“Kami, bangsa Indonesia, merasa sangat berduka dan kehilangan atas kesyahidan Ayatullah al-Uzma Sayyid Ali Khamenei. Beliau adalah seorang pejuang tangguh yang konsisten membela mustadhafin di seluruh dunia,” ucap Ustadz Husein.

Menurutnya, kehidupan Imam Ali Khamenei dipenuhi dengan pengabdian terhadap ilmu, agama, dan perjuangan melawan kezaliman.

“Seluruh hidupnya diabadikan untuk menuntut ilmu, memperkuat iman, hingga mencapai kedudukan sebagai alim, mujtahid, fakih, dan mujahid yang membela agama Allah serta kaum tertindas,” jelasnya.

Acara doa bersama ini juga diisi dengan penandatanganan petisi solidaritas untuk Iran dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Kedutaan Besar Iran menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dan dukungan terhadap tegaknya keadilan internasional. [HMP/ABI]