Daerah
ABI Jepara Perkuat Persatuan Umat melalui Halal Bihalal dan Jejaring Ulama
Jepara, 10 April 2026 — Di tengah menguatnya kesadaran bahwa isu perpecahan mazhab kerap dimanfaatkan untuk melemahkan persatuan umat, Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kabupaten Jepara menggelar silaturahmi dan Halal Bihalal dengan sejumlah ulama dan tokoh, Rabu (8/4). Agenda ini tidak berhenti sebagai tradisi pasca-Idul Fitri, tetapi diarahkan sebagai langkah strategis membangun jejaring, merawat kepercayaan, dan memperkuat kohesi umat di tengah dinamika global.
Rombongan dipimpin Ketua DPD ABI Jepara, Abdul Nasir, bersama jajaran pengurus serta perwakilan Pesantren Darut Taqrib. Dalam rangkaian kunjungan, mereka bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh, di antaranya Dr. KH. Muhammad Shohibul Itmam, KH. Hisyam Zamroni, dan Dr. Fathur Rohman.

Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Dr. KH. Muhammad Shohibul Itmam, dosen UIN Sunan Kudus, pengasuh Pesantren Annajah, sekaligus Wakatib Syuriah PWNU Jawa Tengah. Dalam dialog, Kiai Itmam menyoroti perubahan persepsi global terhadap Iran, khususnya di kalangan Muslim. Menurutnya, dukungan terhadap Iran kini lebih berangkat dari kesadaran akan pentingnya persatuan, bukan lagi perbedaan mazhab.

Sebagai figur yang pernah menempuh pendidikan di Iran, Kiai Itmam kerap menjadi rujukan publik dalam memahami isu-isu terkait negara tersebut. Aktivitasnya di media sosial, termasuk unggahan tentang resiliansi masyarakat Iran dan sikap mereka menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel, dinilai berkontribusi dalam membentuk opini publik yang lebih berimbang.
Rombongan kemudian melanjutkan silaturahmi ke KH. Hisyam Zamroni, Wakil Ketua PCNU Jepara. Dalam pertemuan itu, ia menekankan menguatnya kesadaran geopolitik global yang cenderung bersimpati pada Iran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel. Hisyam juga aktif menyuarakan pandangannya melalui media sosial, menegaskan dukungannya terhadap sikap Iran.
Ia menilai pascakonflik, Iran berpotensi menjadi destinasi yang semakin diminati, termasuk oleh kalangan Indonesia. “Ada ketertarikan untuk melihat langsung bagaimana masyarakat Iran bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Kunjungan ditutup di kediaman Dr. Fathur Rohman, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UNISNU Jepara. Dalam pertemuan tersebut, ia menyoroti sistem pendidikan di Iran yang mampu mengintegrasikan nilai keagamaan dengan penguasaan sains dan teknologi.
DPD ABI Jepara juga mendorong kolaborasi lintas pihak untuk menggelar diskusi terbuka terkait sikap masyarakat Indonesia terhadap Iran serta pelajaran yang dapat diambil dalam konteks nasional. Fathur Rohman menyatakan kesiapan untuk terlibat sebagai pembicara dalam agenda tersebut, mewakili unsur akademisi.
Silaturahmi ini mengirim pesan tegas bahwa di tengah menguatnya narasi perpecahan, penguatan jejaring ulama, tokoh, dan intelektual menjadi kebutuhan strategis umat. Pada titik ini, silaturahmi tidak lagi semata-mata tradisi, melainkan instrumen konsolidasi untuk merawat persatuan, menyatukan visi, dan menutup ruang bagi agenda yang memecah belah umat Islam.[]
