Daerah
ABI Bandung Hadiri Dialog Gus Dur, Bahas Intoleransi dan Persatuan Umat
Bandung, 17 Februari 2026 — Ketua DPD Ahlulbait Indonesia (ABI) Kota Bandung, Sayyid Husein Habsyi, menghadiri diskusi bertema “Menyegarkan Kembali Pemikiran Gus Dur tentang Masyarakat Terbuka dan Pribumisasi Islam” di Jalan Gudang Selatan No. 04, Kota Bandung, Minggu (15/2/2026). Forum digagas tokoh Nahdlatul Ulama, K.H.M. Asep Usman Rosadi, pendiri Lingkup Minds Kota Bandung.
Diskusi menghadirkan K.H. Ahmad Haedar dan Dr. Dedy Jamaludin Malik, M.S.I. Peserta berasal dari beragam organisasi, antara lain ABI Bandung, LESBUMI, PAGAR NUSA, SKODI, LPBI NU, serta tokoh nasional Mayjen (Purn) Gede Kusumah. Percakapan berkembang terbuka, menyentuh isu keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Momentum utama muncul pada sesi tanya jawab. Ketua DPD ABI Kota Bandung mengangkat situasi intoleransi di Jawa Barat, termasuk peristiwa yang menimpa komunitas Syiah di Bandung. Sorotan tersebut langsung ditanggapi Dr. Dedy Jamaludin Malik.
Dr. Dedy mengutip pandangan Abdurrahman Wahid, “NU itu adalah Islam Syiah tanpa Imamah, sedangkan Syiah Imamiah adalah Islam dengan Imamah.” Kutipan tersebut menekankan kedekatan historis dan tradisi keilmuan antara dua arus besar dalam Islam.
Pembahasan berlanjut dengan rujukan Surah Al-Ahzab ayat 33 sebagai pengingat nilai penghormatan terhadap Ahlulbait sekaligus pentingnya persatuan umat. Moderator kemudian menegaskan arah dialog. “Islam Sunni dan Syiah perlu berjalan bergandengan dalam kehidupan kebangsaan,” ujar moderator.
Forum Lingkup Minds menempatkan dialog sebagai ruang bertemu gagasan lintas latar. Tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil berbagi pandangan secara langsung dalam suasana terbuka. Pertemuan semacam ini diharapkan memperkuat tradisi saling memahami, merawat warisan pemikiran Gus Dur, serta menjaga iklim keberagamaan yang inklusif di tengah dinamika sosial Jawa Barat. [HMP/Bandung]
