Kegiatan ABI
ABI Temui Dubes Iran di Jakarta, Sampaikan Ucapan Selamat atas “Kemenangan” Iran
Jakarta, 9 April 2026 — Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI) menemui Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026), untuk menyampaikan dukungan dan ucapan selamat kemenangan Iran dalam menghadapi agresi AS dan rezim Zionis.
Pertemuan berlangsung di kediaman resmi Dubes Iran di Jalan Madiun Nomor 1, Jakarta Pusat. Delegasi ABI dipimpin Ketua Umum Ustadz Zahir Yahya, didampingi Wakil Ketua Umum Ustadz Ahmad Hidayat, Sekretaris Jenderal Sayyid Ali Ridho, serta Bendahara Umum Sayyid Muhammad Assegaf.
Dalam pertemuan itu, ABI menegaskan posisi tegasnya di tengah konflik kawasan. Bagi ABI, penghentian agresi, meski masih bersifat sementara, bukanlah tanda kompromi Iran, melainkan bukti ketahanan dan keberhasilan Iran mematahkan tekanan militer, psikologis, dan politik yang digalang musuh-musuhnya.

Ketua Umum ABI Zahir Ustadz Yahya juga menyampaikan belasungkawa atas syahidnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei.
“Kami menyampaikan belasungkawa atas syahadah Sayyid Ali Khamenei, sekaligus mengucapkan selamat atas terpilihnya Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei,” kata Ustadz Zahir.
Lebih lanjut Ustadz Zahir menegaskan, Iran tidak hanya bertahan di bawah gempuran, tetapi juga berhasil memaksakan realitas baru di medan konflik.
“Kami memandang ini sebagai kemenangan, meskipun ditandai penghentian agresi sementara dengan sejumlah syarat dan proposal dari Republik Islam Iran,” ujarnya.
Menurut ABI, capaian tersebut memperlihatkan kegagalan proyek penaklukan terhadap Iran yang selama ini digerakkan melalui tekanan militer, operasi intelijen, perang opini, dan demonisasi politik.
ABI juga mengapresiasi langkah aktif Dubes Iran dalam menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat Indonesia. Upaya itu dinilai penting untuk melawan disinformasi, meruntuhkan stereotip, dan memperjelas posisi moral dalam menghadapi ketidakadilan global.
“Kami mengapresiasi keaktifan Dubes dalam menjalin hubungan dengan berbagai elemen masyarakat Indonesia, sehingga mampu mengurangi kesalahpahaman dan memperjelas sikap terhadap ketidakadilan,” kata Ustadz Zahir.
ABI menyatakan siap mengambil peran lebih aktif dalam membangun jembatan komunikasi, terutama di tengah situasi regional yang semakin sarat tekanan geopolitik.
“ABI siap memainkan peran untuk menjembatani berbagai persoalan yang mungkin timbul, termasuk membantu membuka jalur komunikasi antar pihak,” tegas Ustadz Zahir.
Sementara itu, Mohammad Boroujerdi menyambut baik kunjungan ABI dan menyebut hubungan emosional serta solidaritas antarmasyarakat sebagai fondasi penting di tengah meningkatnya polarisasi global.
“Kami berterima kasih atas kunjungan ABI. Anda adalah saudara sekaligus bagian dari masyarakat di negeri Indonesia ini,” kata Boroujerdi.

Boroujerdi menegaskan Republik Islam Iran bukan negara yang lahir dari kompromi, melainkan dari revolusi yang sejak awal berdiri di bawah tekanan dan ancaman. Namun, tekanan itu justru gagal melumpuhkan fondasi politik Iran.
“Selama 47 tahun sejak revolusi, sistem ini tetap berdiri kokoh meskipun menghadapi berbagai tekanan dan propaganda dari Amerika dan zionisme,” ujarnya.
Boroujerdi juga menekankan pentingnya pendekatan taqrib atau pendekatan persatuan lintas mazhab dan golongan sebagai benteng sosial menghadapi proyek pecah-belah yang terus dimainkan terhadap dunia Islam.
Menurutnya, perbedaan ilmiah tidak boleh diubah menjadi bahan provokasi di ruang publik yang hanya menguntungkan pihak-pihak yang ingin melihat umat Islam tercerai-berai.
Di saat yang sama, Boroujerdi mendorong ABI memperluas kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengambil peran dalam mendorong hubungan Indonesia dan Iran ke level yang lebih substantif.
“Sudah saatnya ABI mengajak pemerintah Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Iran,” tuturnya.
Terkait konflik yang berlangsung, Boroujerdi menegaskan Iran tetap memegang disiplin perang dan tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran. Penegasan itu sekaligus menjadi pembeda moral antara Iran dan kekuatan agresor yang selama ini berkali-kali dituduh mengorbankan warga sipil demi kepentingan strategis.
“Kami tetap disiplin mengikuti ketentuan perang dan tidak menargetkan masyarakat sipil. Sikap ini telah mendapat pengakuan dari berbagai negara,” katanya.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama.
Kunjungan ABI ke Kedutaan Besar Iran menandai menguatnya simpul solidaritas sipil di Indonesia terhadap Iran, yang selama ini tetap berdiri menghadapi hegemoni, agresi, dan berbagai bentuk penjajahan modern di kawasan.
Di tengah gejolak geopolitik yang terus bergerak, pertemuan tersebut menegaskan satu hal yang kian sulit dibantah, tekanan besar tidak selalu berujung pada ketundukan. Dalam banyak keadaan, tekanan justru melahirkan konsolidasi, keteguhan, dan kemenangan politik. []
