Daerah
Musda ABI Banyuwangi Tetapkan Mohammad Nur Rasyid Ridha sebagai Ketua DPD
Banyuwangi, 25 Januari 2026 — Musyawarah Daerah (Musda) merupakan forum penting bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) karena menjadi titik sah untuk melahirkan mandat kepemimpinan, meneguhkan legitimasi kepengurusan, serta menetapkan arah gerak organisasi secara terukur. Melalui Musda pula, konsolidasi internal diperkuat agar program berjalan seragam dari pusat hingga daerah, sekaligus memastikan roda organisasi bergerak tidak sekadar berbasis figur, melainkan sistem yang kolektif.
Dalam konteks itu, Musda I Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Banyuwangi menjadi penanda resmi lahirnya kepengurusan daerah organisasi tersebut di ujung timur Pulau Jawa. Melalui mekanisme aklamasi, forum menetapkan Mohammad Nur Rasyid Ridha sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABI Kabupaten Banyuwangi periode pertama.
Musda digelar Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di kediaman H. Ahmad Nasa’i, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Sejak siang hari, para pecinta Ahlul Bait serta pengurus ABI dari berbagai tingkatan berkumpul untuk merumuskan arah awal gerak organisasi di Banyuwangi.
Baca juga : Muslimah ABI Jabar Jajaki Sinergi Program dengan DP3AKB

Sebanyak 19 undangan menghadiri musyawarah tersebut, di antaranya Ketua DPW ABI Jawa Timur Ustadz Abdillah Ba’abud, Wakil Ketua DPW Ustadz Ahmad Alaydrus, sekretaris DPW, pengurus Departemen Organisasi DPW, serta para pecinta Ahlul Bait di Banyuwangi.
Dalam sambutan pembuka yang disampaikan mewakili Badan Pelaksana Musda, Mohammad Nur Rasyid Ridha menegaskan pembentukan DPD ABI Banyuwangi merupakan ikhtiar kolektif untuk menghadirkan ruang berkhidmat yang lebih terorganisir.
“Wadah ini dibangun sebagai sarana penguatan peran pengikut Ahlul Bait dalam menjalani masa penantian Imam Zaman afs secara lebih terarah dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW ABI Jawa Timur, Ustadz Abdillah Ba’abud, dalam arahannya menekankan pentingnya kerja kolektif dalam organisasi. Menurutnya, perjuangan ABI tidak bisa dijalankan secara personal, melainkan harus dibangun melalui kerja yang terstruktur.
“Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda dan menuntut pengelolaan yang tepat agar manfaat gerakan dapat dirasakan lebih luas,” tegasnya.
Baca juga : ABI dan Muslimah ABI Sumenep Perkuat Ketahanan Mental Kader di Tengah Tantangan Zaman
Agenda utama Musda, yakni pemilihan Ketua DPD, berlangsung singkat. Forum hanya mengusulkan satu bakal calon, yakni Mohammad Nur Rasyid Ridha. Dengan persetujuan seluruh peserta, pemilihan dilakukan secara terbuka melalui aklamasi, sekaligus mengukuhkan Ridha sebagai Ketua DPD ABI Banyuwangi yang pertama.
Dalam sambutan penutupnya sebagai ketua terpilih, Ridha menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga meminta bimbingan serta masukan dari DPW maupun DPP ABI agar langkah DPD ABI Banyuwangi berjalan seiring garis besar organisasi. Ia berharap, kepengurusan yang baru terbentuk mampu mengoptimalkan potensi para ikhwan pecinta Ahlul Bait di Banyuwangi.
Musda ditutup dengan arahan Wakil Ketua DPW ABI Jawa Timur, Ustadz Ahmad Alaydrus. Ia mengingatkan ketua DPD tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh anggota. Ia juga mendorong perubahan ritme kerja organisasi dari sekadar “pelan tapi pasti” menjadi “cepat tapi pasti”.
“Kerja organisasi menuntut kebersamaan, kejelasan prioritas, dan semangat memberi sesuai kemampuan,” ujarnya.
Musda I ini menjadi tonggak awal konsolidasi ABI di Kabupaten Banyuwangi. Lebih dari sekadar penetapan kepengurusan, forum ini menandai komitmen organisasi untuk bergerak lebih solid, terarah, dan berdaya guna bagi umat serta masyarakat di tingkat lokal. [HMP Jatim]
Baca juga : DPW ABI NTB Peringati Milad Imam Husain di Sumbawa Barat
