Daerah
DPD ABI Kota Pekalongan Jalin Silaturahmi dengan PDM Muhammadiyah Kota Pekalongan
Pekalongan, 29 Januari 2026 — Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kota Pekalongan melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekalongan pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 16.00 WIB, bertempat di Kantor PDM Kota Bendan, Pekalongan. Kunjungan ini bertujuan memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun komunikasi antarlembaga keagamaan, serta mendorong sinergi sosial-keagamaan demi persatuan bangsa.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Rombongan DPD ABI Kota Pekalongan disambut langsung oleh jajaran pengurus PDM Kota Pekalongan sebagai wujud keterbukaan dan semangat persaudaraan antarorganisasi Islam.
Ketua DPD ABI Kota Pekalongan, Sayyid Husein, Al-Attas., menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan langkah untuk mempererat hubungan antarlembaga keagamaan sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
“Kami meyakini bahwa perbedaan yang ada di tengah umat tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, perbedaan dapat dikesampingkan dengan mengedepankan ukhuwah, dialog, dan kerja sama demi kemajuan bangsa,” ujar Husein.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Pekalongan, Usamah Said, didampingi Sekretaris PDM Kota Pekalongan, Aslam Fatkhudin, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan sesama umat Islam serta membangun sinergi antarorganisasi keagamaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, adil, dan berkeadaban.
Dalam dialog yang berlangsung ramah itu, kedua belah pihak sepakat bahwa ukhuwah, toleransi, dan kerja sama merupakan fondasi utama dalam merawat kebinekaan dan memperkuat persatuan nasional. DPD ABI dan PDM Kota Pekalongan juga menyatakan harapan agar ke depan dapat terjalin kolaborasi nyata dalam berbagai bidang sosial, keagamaan, dan kebangsaan, termasuk partisipasi bersama dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan komitmen kebangsaan dapat terus dirawat melalui dialog terbuka, saling menghormati, serta berorientasi pada kemaslahatan umat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [HMP/Pekalongan]

