Kegiatan ABI
ABI–BRIN Gelar Seminar “Beragama Maslahat”, Soroti Agenda Kemanusiaan dan Keadilan
Jakarta, 5 Februari 2026 — Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar seminar dan bedah buku “Beragama Maslahat” dalam rangka Milad ke-16 ABI, Kamis (5/2), di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta Selatan. Forum ini menegaskan penguatan peran agama dalam menjawab persoalan kemanusiaan, ketimpangan sosial, dan krisis ekologis di tingkat nasional.
Kegiatan mengusung tema “Membangun Peradaban Berbasis Kemanusiaan, Keadilan, dan Kelestarian Alam” sebagai arah diskursus keagamaan yang diharapkan berkontribusi langsung pada kehidupan publik, tidak berhenti pada tataran simbolik maupun normatif.
Rangkaian acara dimulai pukul 14.00 WIB melalui registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Indonesia Raya dan hymne organisasi. Agenda dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum DPP ABI Ustadz Zahir Yahya, dan sambutan mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Prof. Dr. Alwi Shihab, M.A., penandatanganan nota kesepahaman antara ABI dan LBH Basirah, serta pemotongan kue Milad sebagai simbol perjalanan organisasi selama 16 tahun.
Seminar menghadirkan akademisi, peneliti, tokoh agama, dan perwakilan organisasi masyarakat lintas iman. Komposisi peserta mempertegas forum sebagai ruang dialog terbuka yang mendorong perjumpaan gagasan lintas disiplin dan keyakinan.
Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia, Ustadz Zahir Yahya, M.A., dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya penguatan peran agama di ruang publik melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta perluasan kontribusi sosial agar gagasan keagamaan hadir dalam praktik nyata di tengah masyarakat.
Prof. Alwi Shihab dalam sambutannya mengapresiasi langkah ABI dalam mendorong dialog keagamaan yang inklusif dan berorientasi kemanusiaan. Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang dan memperkuat profesionalitas dalam kontribusi kebangsaan.
Memasuki sesi utama, perspektif akademik disampaikan melalui keynote address Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Dr. Muhammad Najib Azca, M.A., Ph.D. Diskusi dilanjutkan bersama Kepala Pusat Riset Agama dan Kepercayaan BRIN, Dr. Aji Sofanudin, M.Si., serta Guru Besar Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Kholid Al-Walid, M.Ag. Sesi dipandu Dr. Sabara Nuruddin, M.A., Ketua Departemen Litbang DPP ABI sekaligus peneliti madya di PR-AK BRIN.
Sejumlah tokoh nasional dan keagamaan turut hadir, antara lain Prof. Dr. Alwi Shihab, M.A.; Atase Kebudayaan Kedutaan Republik Islam Iran, Dr. Yahya Jahangiri; Direktur ICC Jakarta, Syaikh Mohammad Sharifani; Direktur Representatif Al-Mustafa International University Indonesia, Dr. Mottaki; Kepala Pusat Riset Hukum BRIN, Dr. Nawawi; serta Ketua Dewan Syura IJABI, Ustadz Miftah Rahmat, bersama Ketua PP IJABI, Ustadz Maran Sutarya. Forum juga diikuti perwakilan Jemaat Ahmadiyah Indonesia, komunitas Baha’i, penghayat kepercayaan, dan berbagai unsur lintas iman.
Dari internal organisasi, kegiatan melibatkan Dewan Syura, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, jajaran pengurus DPP ABI, DPW DKI, DPD-DPD DKI, serta lembaga otonom Pandu ABI, ABI Responsif, Falak ABI, dan Muslimah ABI. Kehadiran berbagai unsur mencerminkan konsolidasi internal sekaligus keterbukaan terhadap kolaborasi eksternal.
Momentum Milad ke-16 ABI dimanfaatkan sebagai ruang refleksi atas perjalanan organisasi dalam memperkuat identitas, memperluas jejaring, dan meningkatkan kontribusi kebangsaan. Forum ilmiah ini diposisikan sebagai sarana merumuskan gagasan keagamaan yang adaptif terhadap perubahan sosial tanpa meninggalkan pijakan nilai kemanusiaan dan keadilan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta penegasan komitmen memperkuat dialog lintas iman dan kolaborasi riset keagamaan. Seminar dan bedah buku Beragama Maslahat menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-16 ABI yang diarahkan untuk memperluas peran sosial, memperkaya diskursus keagamaan, dan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional. [HMP/ABI]



