Ikuti Kami Di Medsos

Jurnal

Program Intensif “Siap Kuliah” Pandu ABI Jabar Dongkrak Nilai UTBK 132 Poin, 6 dari 9 Peserta Lolos PTN

Published

on

Program Intensif “Siap Kuliah” Pandu ABI Jabar Dongkrak Nilai UTBK 132 Poin, 6 dari 9 Peserta Lolos PTN

Hasil monitoring dan evaluasi menengah mencatat rata-rata nilai peserta naik dari 445,11 menjadi 577,31. Kehadiran dan konsistensi try out disebut sebagai faktor paling menentukan.

Bandung, 27 Januari 2026 — Reportase ini disusun berdasarkan dokumen monitoring dan evaluasi (monev) internal yang menjadi rujukan utama penulisan data dan analisis dalam artikel ini, yakni naskah berjudul: “MONEV MENENGAH: Analisis Tingkat Keberhasilan Program Intensif Siap Kuliah dalam Meningkatkan Nilai Akademik Siswa di Pandu ABI Jawa Barat” Oleh: Syarifah (2025).

Dokumen tersebut memuat hasil uji statistik, perbandingan nilai try out dan hasil UTBK peserta, serta pemetaan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan Program Intensif Siap Kuliah Pandu ABI Jawa Barat pada periode 2024–2025.

Program Intensif Siap Kuliah yang diselenggarakan Pandu Ahlulbait Indonesia (Pandu ABI) Jawa Barat terbukti meningkatkan performa akademik peserta dalam menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Monitoring dan evaluasi (monev) menengah tahun 2025 mencatat, rata-rata nilai peserta meningkat 132,22 poin, dari 445,11 pada nilai try out menjadi 577,31 pada nilai UTBK.

Tak hanya itu, program ini juga menunjukkan dampak konkret terhadap hasil seleksi masuk perguruan tinggi. Dari sembilan peserta yang menjadi sampel penelitian, enam orang (66,7%) dinyatakan lolos Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dalam uji statistik, peningkatan nilai tersebut dinyatakan signifikan (p < 0,05), sehingga perubahan nilai tidak dianggap sekadar kebetulan. Data juga menunjukkan hasil belajar peserta menjadi lebih merata, ditandai dengan penurunan standar deviasi dari 88,74 (try out) menjadi 63,73 (UTBK).

Baca juga : Laporan Monev Menengah DPP ABI: Media sebagai Pilar Penguatan Ormas Ahlulbait Indonesia

Belajar Padat 6 Hari, Integrasi Akademik dan Pembinaan Mental-Spiritual

Program Siap Kuliah merupakan layanan pendidikan nonformal yang dirancang sebagai pendampingan intensif bagi siswa SMA/MA/SMK kelas XII agar siap menghadapi UTBK dan jalur seleksi mandiri.

Pada periode 2024–2025, program digelar dalam dua tahapan: pembinaan online selama enam bulan (Agustus–Januari), kemudian dilanjutkan dengan kelas intensif offline selama satu bulan di Huseiniah Azzahra, Bandung, pada 1 April hingga 3 Mei 2025. Kegiatan offline berlangsung padat dari Senin hingga Sabtu pukul 08.00–16.30 WIB.

Selain materi UTBK dan latihan soal, program ini juga memadukan pembinaan non-akademik seperti kelas psikologi untuk manajemen stres, kajian mahdawiyah, doa rutin, hingga olahraga terjadwal.

Data Peserta: Skor Naik, Tapi Strategi Jurusan Tetap Menentukan

Monev menyebut skor try out peserta sempat fluktuatif, namun mayoritas menunjukkan tren kenaikan saat UTBK. Salah satu peserta berinisial SS tercatat naik dari skor Try Out 3 sebesar 494 menjadi nilai UTBK 660 dan lolos PTN. Peserta SA meningkat dari 540 menjadi 595 dan juga lolos.

Menariknya, monev menemukan bahwa nilai try out tidak selalu memprediksi hasil akhir secara lurus. Peserta FS sempat merosot dalam try out (657 → 415 → 359), namun nilai UTBK akhirnya mencapai 618 dan lolos PTN.

Namun laporan menekankan bahwa kemampuan akademik saja tidak cukup. Faktor eksternal seperti keketatan jurusan ikut menjadi penentu lolos-tidaknya peserta, terutama bagi peserta yang memilih jurusan dengan tingkat persaingan tinggi.

Baca juga : Jurnal Iqtishaduna Edisi ke-IV: Model Pemberdayaan Ekonomi Ahlul Bait Indonesia Menuju 2026

Kehadiran dan Try Out Jadi Penentu Paling Berpengaruh

Dalam analisis regresi yang dilakukan, monev menyimpulkan faktor paling dominan yang memengaruhi hasil UTBK adalah rata-rata nilai try out, disusul presensi. Peserta dengan kehadiran tinggi (96–100%) cenderung memiliki nilai UTBK lebih baik.

Sementara itu, jumlah latihan soal (kisaran 3.200–4.000 soal) dinilai memberi dampak positif, tetapi tidak signifikan. Artinya, latihan besar-besaran tidak otomatis efektif jika tidak dibarengi evaluasi dan strategi belajar.

Suara Orang Tua: “Pembimbingnya Perhatian, Anak Jadi Lebih Siap”

Dampak program ini juga tercermin dari testimoni orang tua siswa. Ibu Imas Sari Handayani, orang tua salah satu peserta, menyebut program ini membantu anaknya belajar dengan nyaman dan terarah.

“Saya sangat berterima kasih sekali karena program ini sangat membantu. Pembelajarannya intensif, anak saya merasa senang mengikuti kegiatan, dan para pembimbing pun sangat perhatian,” ujarnya.

Sementara Bapak Husein Mu’nis Alatas, orang tua peserta lain, berharap program ini terus digelar rutin dengan durasi lebih panjang.

“Program ini sangat membantu dan bermanfaat. Harapannya bisa diadakan setiap tahun dengan waktu pembelajaran yang lebih lama. Metode pembelajarannya efektif, sangat bagus, dan penuh ikhtiar lahir batin serta doa,” katanya.

Penutup: Model Pembinaan yang Layak Direplikasi

Di tengah tingginya biaya bimbingan belajar komersial dan ketatnya persaingan masuk PTN, hasil monev ini memberi sinyal penting: pendampingan akademik berbasis komunitas dan nilai bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga dapat menghasilkan capaian terukur.

Program Siap Kuliah Pandu ABI Jabar menunjukkan bahwa kombinasi disiplin pembelajaran, evaluasi terstruktur, kehadiran konsisten, serta pendampingan pilihan jurusan mampu mengubah statistik menjadi harapan yang nyata, dan mengantar lebih banyak siswa masuk gerbang perguruan tinggi. [HMP/ABI]

Baca juga : Jurnal Iqtishaduna Edisi III