Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

ABI dan Muslimah ABI Sumenep Perkuat Ketahanan Mental Kader di Tengah Tantangan Zaman

Published

on

ABI dan Muslimah ABI Sumenep Perkuat Ketahanan Mental Kader di Tengah Tantangan Zaman

Sumenep, 25 Januari 2026 — Di tengah dinamika sosial yang makin cepat, derasnya arus informasi, serta tekanan hidup yang kian kompleks, ketahanan mental menjadi salah satu prasyarat utama bagi kader organisasi kemasyarakatan (ormas). Kader yang kuat mental bukan hanya lebih tahan menghadapi problem pribadi dan sosial, tetapi juga lebih mampu menjaga konsistensi, disiplin, dan keteguhan sikap dalam menjalankan amanah organisasi. Ketahanan mental pada akhirnya menentukan kualitas gerakan: apakah organisasi tumbuh melalui kader yang stabil, atau rapuh karena mudah lelah, mudah tersulut, dan mudah kehilangan arah.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kabupaten Sumenep bersama Muslimah ABI menggelar upgrading pelatihan penguatan mental sebagai upaya memperkuat fondasi kader, baik secara mental maupun spiritual. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Yayasan Alhuda, Sumenep, Jawa Timur.

Baca juga : Muslimah ABI Jabar Jajaki Sinergi Program dengan DP3AKB

Pelatihan yang difasilitasi Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) DPW ABI Jawa Timur itu diikuti pengurus dan anggota DPD ABI serta Muslimah ABI Sumenep. Selama sekitar empat jam, peserta diajak merefleksikan kembali cara menghadapi persoalan hidup—baik dalam ranah pribadi, sosial, maupun organisasi, di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Ketua PSDM DPW ABI Jawa Timur, Ustadz Mukhtar Lutfi, menegaskan bahwa kekuatan mental tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui kemampuan mengelola emosi, pikiran, dan tindakan secara selaras. Menurutnya, ketahanan mental yang kokoh akan membentuk pribadi yang tidak mudah goyah, memiliki semangat juang yang kuat, serta mampu menjaga fokus pada tujuan hidup dan perjuangan.

“Penguatan mental adalah fondasi utama. Dari sanalah lahir keteguhan sikap, konsistensi, dan keberanian menghadapi tekanan,” ujar Mukhtar dalam pemaparannya.

Ia juga menyinggung karakter khas pengikut Ahlulbait yang melekat pada konsep intidhar, penantian terhadap Imam Zaman afs yang menuntut kesiapan mental dan spiritual yang lebih matang.

Baca juga : Musda ABI Banyuwangi Tetapkan Mohammad Nur Rasyid Ridha sebagai Ketua DPD

“Komitmen dan arah perjuangan hanya bisa dijaga jika mental dan spiritual kita kuat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Mukhtar didampingi Wakil Ketua PSDM DPW ABI Jawa Timur, Sayyid Ali Al-Haddad, yang turut mengawal sesi pemaparan dan diskusi. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan sekaligus pengalaman personal, menandakan adanya kebutuhan nyata akan ruang penguatan mental yang aplikatif untuk kehidupan sehari-hari.

Divisi PSDM DPW ABI Jawa Timur berharap kegiatan upgrading ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi titik awal peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan DPD dan Muslimah ABI Sumenep. Targetnya, terbentuk kader-kader yang berintegritas, tangguh secara mental dan spiritual, serta konsisten menjalankan peran dan tanggung jawab organisasi.

Kegiatan ditutup menjelang petang sekitar pukul 17.30 WIB dalam suasana khidmat dan penuh semangat. Bagi peserta, pelatihan ini bukan sekadar bekal organisasi, melainkan penguatan diri untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks di masa depan. [HMP Jatim]

Baca juga : DPW ABI NTB Peringati Milad Imam Husain di Sumbawa Barat