Ikuti Kami Di Medsos

Siaran Pers

Pernyataan Sikap Ormas Ahlulbait Indonesia Terkait Aksi Terorisme Peledakkan Bom di Makassar

Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan oleh peristiwa ledakan bom di kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu pagi (28/3) kemarin. Aksi terorisme yang menyasar tempat peribadahan dan menyebabkan jatuhnya sejumlah korban tak berdosa itu jelas-jelas merupakan kejahatan yang luar biasa terhadap kemanusiaan.

Seluruh agama bukan hanya tidak mengajarkan paham dan aksi terorisme. Jauh melampaui itu, seluruh agama bahkan menentang dan memerangi paham dan aksi terorisme atas nama apapun. Agama hadir untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan dan menyempurnakan keadaban umat manusia, bukan untuk memusuhi dan menghancurkannya.

Setiap aksi teror ditujukan untuk menciptakan ketakutan dan kepanikan di tengah masyarakat. Namun, sejarah menjadi saksi bahwa rakyat Indonesia merupakan bangsa pejuang yang religius dan pemberani. Alih-alih ketakutan dan kepanikan, seluruh elemen masyarakat malah mengutuk hingga menyatakan dirinya siap membela ibu pertiwi dengan gigih melawan, memerangi, dan mengentaskan terorisme sampai ke akar-akarnya.

Menyikapi kejadian itu, Ahlulbait Indonesia (ABI) sebagai salah satu ormas keislaman di Tanah Air dengan ini menyatakan:

  1. Mengutuk keras aksi dan pelaku peledakkan bom di depan rumah ibadah saudara-saudara Kristiani di Makassar, Sulawesi Selatan
  2. Menyampaikan bela sungkawa yang mendalam terhadap semua pihak yang menjadi korban dalam peristiwa itu
  3. Menegaskan kembali bahwa seluruh aksi teror dan terorisme sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama apapun.
  4. Mengingatkan bahwa terorisme adalah paham yang berakar pada pandangan-pandangan ekstrim yang cenderung menegasi hingga mengkafirkan pandangan yang berbeda.
  5. Mengimbau seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk mewaspadai fenomena ektrimisme atas nama agama yang tumbuh subur dan berkembang di pusat-pusat pendidikan, instansi-instansi pemerintah, perkumpulan-perkumpulan eksklusif,  dan sebagainya.
  6. Meyakini bahwa sudah saatnya pemerintah secara pro-aktif mendorong dan memfasilitasi terciptanya iklim dialog antar dan intra penganut agama-agama yang ada di Indonesia seraya melakukan penguatan terhadap pandangan dan  sikap keagamaan yang toleran dan inklusif.
  7. Mengajak kalangan pemuka dan tokoh agama untuk lebih intensif membangun kemitraan yang strategis dan kondusif bagi kehidupan beragama yang toleran sekaligus membuka saluran komunikasi dengan khalayak luas, khususnya generasi muda yang paling rentan menjadi korban ekstrimisasi, demi mentransmisikan nilai-nilai keagamaan yang didasari akal sehat dan berorientasi pada tercapainya kemaslahatan bersama sebagai umat, bangsa, dan warga negara.

 

Jakarta, 29 Maret 2021
Dewan Pengurus Pusat
AHLULBAIT INDONESIA

Habib Zahir Bin Yahya

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *