Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

PBB Apresiasi Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

PBB Apresiasi Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

PBB Apresiasi Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

Di tengah kepedihan yang menyelimuti Palestina akibat konflik berkepanjangan dengan zionis, National Information Officer Pusat Informasi PBB atau UNIC, Siska Widyawati, hadir dengan pesan penuh harapan. Dalam sebuah pertemuan di Auditorium Kampus Anggrek Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta pada Kamis, (24/10), dilansir Tempo, Kamis (24/10). Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap sikap tegas Indonesia yang terus berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina.

“PBB amat mengapresiasi diplomasi Indonesia dalam keberpihakan terhadap Palestina,” tegas Siska, menegaskan betapa pentingnya peran Indonesia dalam arena internasional saat ini. Ia menjelaskan bahwa PBB akan senantiasa mendukung upaya tercapainya perdamaian antara zionis dan Palestina, serta mendorong kerjasama multilateral untuk mengatasi permasalahan yang ada.

“Kami (PBB) menyebutnya Occupied Palestine Territory, dan sampai sekarang kami terus mendorong kerja sama multilateral untuk menyelesaikan masalah ini,” lanjut Siska.

Siska tidak segan untuk menyuarakan keprihatinan terhadap pelanggaran yang terjadi, menegaskan bahwa serangan zionis terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL) merupakan pelanggaran hukum internasional. “Seperti yang diungkapkan Sekjen PBB Antonio Guterres, penyerangan terhadap peacekeeping force adalah pelanggaran hukum internasional, pelanggaran hukum kemanusiaan internasional, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” paparnya.

Baca juga : Kemlu Kecam Serangan Zionis ke RS Indonesia di Gaza

Tentang perlindungan bagi tentara Indonesia yang bertugas di UNIFIL, Siska menjelaskan bahwa misi perlindungan telah berjalan dengan baik. Ia juga menekankan bahwa perhatian utama PBB, sesuai pernyataan Sekjen Guterres, adalah keselamatan masyarakat sipil di perbatasan garis biru Lebanon.

“Masyarakat sipil adalah prioritas utama dari PBB,” ungkapnya, merujuk pada garis pemisah yang membedakan Lebanon dari zionis dan Dataran Tinggi Golan.

Kenyataan pahit terungkap dari laporan Kementerian Kesehatan Gaza, yang mencatat bahwa sejak 7 Oktober 2023, 42.700 warga Palestina telah tewas, dan lebih dari 100.200 lainnya terluka akibat konflik. PBB juga memperingatkan bahwa sekitar 2,1 juta warga Palestina di Gaza kini terancam bencana kemanusiaan yang mengerikan.

Di Lebanon, data dari Badan Migrasi PBB (International Organization for Migration/IOM) menunjukkan bahwa sekitar 740 ribu warga Lebanon terpaksa mengungsi dari rumah mereka sejak 8 Oktober 2023. Tak hanya itu, sekitar 280 ribu warga Lebanon dan Suriah juga melarikan diri ke Suriah, menambah daftar panjang pengungsi akibat konflik yang tak kunjung usai.

Dengan harapan yang tak padam, Siska mengajak dunia untuk bersatu, mendorong upaya nyata demi perdamaian yang abadi dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Palestina dan Lebanon.

Baca juga : ABI Tutup Pelatihan Sepeda Motor, Peserta Siap Berdikari