Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Sikap Ormas ABI Terkait Gerakan Separatisme dan Transnasional

Separatisme

Separatisme adalah suatu gerakan untuk memisahkan diri dari suatu negara untuk mendirikan negara sendiri.

ABI menolak segala gerakan separatis, atas nama agama, suku, daerah dan lain-lain yang inginmemisahkan diri dari NKRI.

Gerakan Transnasional 

Secara umum, trans berarti lintas. Ia bisa dianggap sifat bagi apa pun yang melintasi batas dengan pengertian inklusif, seperti batas tanas, budayam bangsa dan sebagainya. Istilah ini berlaku pula pada sebutan transprovinsi, transjakarta, transmigrasi dan lainnya dengan pengertian yang berlainan. Karena itu, dengan pengertian yang sangat luas, agama Hindu, Budha, Islam. Kristen dan lainnya bisa dikategorlkan sebagai transnasional.

“Nasional” sebagal kata ajektif yang menjadl pasangan kata “trans” juga merupakan kata serapan dari nation. Kata ini telah menjadi istilah khusus mengikuti pengertian yang terus berkembang. Dalam bahasa Indonesia terdapat kata yang mungkin diterapkan untuk pengertian yang sama dengan nation, yaitu bangsa. Meski demikian, kata bangsa pun terbuka bagi aneka interpretasi yang beragam. Secara sosiohistoris, “individu-individu dalam sebuah lembaga bernama negara” dianggap sebagai bangsa atau warga negara. Bangsa bisa didefinisikan pula sebagai himpunan rakyat dan pemimpin.

Secara etimologis, “transnasional” bersifat netral dan tidak identik dengan paham dan kelompok tertentu.

Hubungan melalui transaksi, asimilasi dan akulturasi antar kelompok, suku, bangsa sudah berlangsung sejak manusia sebagai makhluk sosial ini menduduki bumi, jauh sebelum istilah globalisasi dan transnasional digunakan.

Gerakan transnasional adalah sebuah aksi terorganisir untuk mencapai tujuan yang lintas negara atau lintas bangsa.

Semenjak akhir abad ke-20 telah muncul gerakan transnasional yang tidak hanya memiliki makna seragam tapi plural dan beragam. Pada satu sisi gerakan transnasional merupakan bagian penting dari gerakan masyarakat sipil global yang mengusung isu-isu ekologis, kesetaraan gender. antikapitalisme, neoliberal dan lain sebagainya. Gerakan ini memiliki corak progresif berbasis pada slogan “another world is possible” sementara dari sisi lain terdapat gerakan transnasional yang sifatnya eksklusif fasistik dan cenderung memaksakan keseragaman terhadap yang Iain seperti gerakan ISIS dan Kristen Fundamentalis.

  • ABI menolak semua gerakan yang bertujuan mengubah sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik transnasional maupun domestik.
  • ABI memandang bahwa sebagai entitas modern, identitas bangsa Indonesia tidak dibentuk oleh budaya dan agama tertentu, karena hal itu berarti mengabaikan elemen budaya dan agama lain. Indonesia berdiri menjulang bukan karena punya satu budaya dan satu agama, tapi justru berdiri di atas ragam budaya, ragam keyakinan dan ragam suku. Karena itu, tak ada satu suku, satu kelompok keyakinan, juga organisasi yang berhak mengidentikkan negara Indonesia dengan keyakinan dan budayanya sendiri secara eksklusif bagi bangsa Indonesia, kebinekaan adalah identitas dan fondasinya.

Manifesto ABI, Bab Paradigma, hal 20.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *