Berita
AS Bangkrut, Bagaimana Nasib Ekspor Indonesia?
Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat telah melakukan shutdown (penghentian operasi) pada layanan pemerintahan secara parsial. Melihat kondisi tersebut, bagaimana nasib ekspor Indonesia ke negara Paman Sam saat ini?
Memang diketahui pasar AS merupakan salah satu pasar terbesar dari ekspor Indonesia sejauh ini, khususnya dari komoditas berbasis agro seperti minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Namun, para pelaku usaha masih menilai kejadian shutdown AS belum menjadi ancaman serius.
Demikian optimisme disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi di Jakarta, Kamis (3/10). Menurut dia, tutupnya sebagian besar kantor pemerintahan di AS belum memberikan ancaman serius bagi perekonomian nasional karena masih ada pasar besar lainnya seperti India dan China.
“Selain AS, kita masih punya pasar India dan China yang masih menjadi pasar terbesar Indonesia sejauh ini, khususnya untuk komoditas sawit,” jelas Sofjan ketika dikonfirmasi.
Bagi Indonesia, AS merupakan salah satu pasar ekspor nonmigas terbesar kedua setelah China. Pada Juli 2013, ekspor nonmigas Indonesia ke AS mencapai US$1.482,3 juta. Sementara nilai ekspor ke China mencapai US$1.688,9 juta, dan Jepang yang mencapai US$1.390,6 juta.
Seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, pemerintah AS akhirnya menutup sementara (shutdown) layanan pemerintah. Langkah itu menyusul serangkaian perdebatan panjang dan manuver politik dari Parlemen, Senat, dan Gedung Putih yang akhirnya gagal mencapai kata sepakat atas persoalan kebuntuan anggaran negara.
Hingga Senin (1/10) malam lalu waktu setempat, Kongres AS gagal mencapai kata sepakat atas kelanjutan anggaran rutin pemerintah Obama. Shutdown ini merupakan kali pertama terjadi selama hampir dua dekade. Akibat dari shutdown adalah sedikitnya 800 ribu pegawai negara federal dirumahkan sementara dan jutaan lainnya akan diminta bekerja tanpa dibayar.
Sumber : Metrotvnews