Ikuti Kami Di Medsos

Kalam Islam

Tauhid, Kesadaran Manusia

Tauhid, Kesadaran Manusia

Tauhid, Kesadaran Manusia

Tauhid dapat juga dijelmakan dalam kesadaran manusia bahwa pengabdian dan penghambaan yang benar itu hanyalah kepada Allah Swt. Ini merupakan interpretasi lain dari intisari kepatuhan mutlak dan penyerahan diri kepada-Nya. Sebagian orang, baik dalam praktik-praktik yang sama atau berbeda, telah mengarahkan panggilan dan patuh secara bodoh kepada otoritas lain (selain otoritas Allah Swt), sehingga terjadilah penghambaan, pemikiran, budaya, ekonomi dan politik yang menyimpang.

Menilik berbagai pemujaan dan cara beragama berbagai kelompok masyarakat di sepanjang bentang peradaban manusia, kita dapat mengambil pelajaran bahwa mereka telah dikurung oleh penjara pelayanan kepada selain Tuhan. Seperti hawa nafsu. Dengan begitu, mereka berarti telah  menciptakan rival dan sekutu Tuhan.

Baca juga : Ibadah, Melepaskan Diri dari Keterbatasan

Tauhid jelas-jelas (secara mutlak) menolak cara hidup seperti itu dan berdiri kukuh lagi teguh menjaga dan mempertahankan manusia sebagai hamba Allah Swt semata. Tauhid juga membebaskan manusia dari dominasi-dominasi serupa itu (paham warisan, pengaruh, ekonomi, dan politik) di bawah dalih yang dibuat-buat. Karena itu, Tauhid adalah kesetaraan hidup manusia yang menolak mentah-mentah seluruh kekuatan yang disembunyikan di bawah warna dan selubung apa pun yang dapat membelokkan manusia dari kepatuhan mutlak pada Otoritas Absolut Tuhan.

Allah Swt befirman: … Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Yusuf: 40)

Imam Ali Khamenei, Mendaras Tauhid Mengeja Kenabian

Baca juga : Manfaat Silaturahmi